Pembentukan Struktur Baru di Keraton Surakarta: Langkah Menuju Modernitas
Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro secara resmi menjelaskan pembentukan struktur baru di Keraton Surakarta untuk pengelolaan yang lebih modern.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Pernyataan ini disampaikan usai Salat Jumat di Masjid Agung Solo, dengan penekanan pada pentingnya niat baik dalam setiap keputusan strategis.
PB XIV Hamengkunegoro menegaskan bahwa setiap generasi memiliki waktunya sendiri untuk berkontribusi, dan hasil yang baik dapat tercapai jika didasari oleh niat yang baik.
Dalam pembentukan struktur baru, PB XIV menyatakan telah berkomunikasi dengan kakak laki-lakinya, KGPH Hangabehi, untuk memastikan keterlibatan anggota keluarga lain dalam proses tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Juru Bicara Humas Keraton Surakarta, KPA Singonagoro, menjelaskan bahwa struktur baru dihasilkan melalui proses yang matang dengan menggabungkan elemen tradisional, akademis, dan profesional.
Penempatan tokoh adat dalam jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja merupakan bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan para leluhur, sedangkan hadirnya Staf Khusus Raja dari kalangan akademisi mencerminkan modernisasi yang adaptif.
Struktur baru yang telah disahkan mencakup penunjukan KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja dan KPA Singonagoro sebagai Juru Bicara resmi.
Pembentukan Lembaga Hukum Raja juga menjadi salah satu poin penting, dengan kehadiran dua figur legal sebagai bagian dari upaya memperkuat legitimasi dan perlindungan hukum terhadap keraton.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: