Mata Juling: Penyebab, Diagnosa, dan Metode Koreksi yang Efektif
Mata juling, atau strabismus, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar, menyebabkan dampak pada penglihatan serta penampilan. Banyak orang mengalami masalah ini, yang dapat muncul sejak lahir ataupun berkembang seiring waktu.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Beragam faktor seperti genetik dan gangguan penglihatan lainnya berkontribusi terhadap kondisi ini. Berita baiknya, terdapat berbagai metode medis yang efektif untuk memperbaiki mata juling.
Mata juling dapat disebabkan oleh masalah pada otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Terdapat enam otot yang mengatur pergerakan mata, dan jika salah satu otot tersebut lebih lemah, mata bisa tampak tidak sejajar.
Faktor genetik memiliki peranan penting dalam kondisi ini. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan mata juling, kemungkinan besar anak-anak mereka juga dapat mengalami hal serupa.
Kondisi kesehatan lain, seperti diabetes atau gangguan saraf, juga dapat memicu munculnya mata juling. Beberapa individu baru menyadari mereka menderita kondisi ini saat dewasa.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran
Untuk mendiagnosa mata juling, diperlukan pemeriksaan mata yang menyeluruh. Dokter akan mengevaluasi sejauh mana ketidakselarasan mata terjadi serta jenis strabismus yang dialami.
Pemeriksaan ini juga meliputi tes penglihatan untuk mengetahui jika ada masalah lain yang mempengaruhi ketidakselarasan. Dalam beberapa situasi, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan tambahan seperti pencitraan untuk menilai kondisi saraf atau otot.
Salah satu metode paling umum untuk koreksi adalah terapi visual. Dalam terapi ini, pasien melalui serangkaian latihan untuk meningkatkan koordinasi dan fokus mata.
Apabila terapi visual dirasa tidak cukup, operasi dapat menjadi pilihan. Tujuannya adalah untuk mengatasi ketidakselarasan dengan menguatkan atau melemahkan otot mata yang bermasalah.
Penggunaan kacamata atau lensa kontak juga sering direkomendasikan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi mata lain seperti ambliopia. Para ahli medis akan memberikan saran berdasarkan kondisi spesifik pasien.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: