BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 13:12 WIB

Ketegangan antara China dan Jepang: Langkah Balasan Beijing dan Imbasnya

Ketegangan antara China dan Jepang: Langkah Balasan Beijing dan ImbasnyaKetegangan antara China dan Jepang: Langkah Balasan Beijing dan Imbasnya

Hubungan antara China dan Jepang kembali memanas setelah pemerintah China melarang warganya berkunjung ke Jepang dan menangguhkan perilisan beberapa film anime asal Jepang.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pernyataan pemimpin Jepang yang mengaitkan kemungkinan keterlibatan Jepang dalam konflik di Taiwan.

Larangan Bepergian dan Penangguhan Film: Tindakan China

Pekan lalu, China mengumumkan imbauan kepada warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang, menciptakan kekhawatiran di kalangan pelancong yang biasanya mengunjungi negara tersebut.

Kedutaan Besar China di Jepang tegas menyarankan agar warganya menjauhi perjalanan ke Jepang, mengingat ketegangan yang meningkat antara kedua negara. Mereka menyatakan, "Baru-baru ini, pemimpin Jepang telah terang-terangan membuat pernyataan provokatif terkait Taiwan, merusak iklim hubungan people-to-people kedua negara."

Selain larangan perjalanan, distributor film di China mengumumkan penangguhan perilisan dua film anime Jepang, yaitu 'Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasube Dancers' dan 'Cells at Work!'. Langkah ini diambil mengingat kinerja pasar film Jepang di China serta 'sentimen penonton' terhadap negara tersebut.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Pernyataan Provokatif Pemimpin Jepang

Boikot ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Takaichi, yang mengaitkan situasi di Taiwan dengan kebijakan pertahanan Jepang. Dia mendeklarasikan bahwa keadaan darurat di Taiwan dapat dianggap mengancam keamanan nasional Jepang.

Pernyataan ini mengundang reaksi keras dari pemerintah China. Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mendesak Takaichi untuk segera mencabut pernyataannya, menekankan bahwa pernyataan yang tak berdasar ini dapat merusak hubungan bilateral.

Meskipun ada tekanan, Takaichi tetap di posisi yang sama dan tidak mengubah pendiriannya, yang diyakini sejalan dengan prinsip reformasi Jepang.

Kritik dan Ancaman dari Diplomasi China

Respons dari China semakin intensif, dengan Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, memberikan pernyataan bernada ancaman kepada Takaichi melalui media sosial. Meskipun unggahannya dihapus, dampak dari pernyataan itu sudah terasa.

Kementerian luar negeri Jepang menanggapi situasi ini dengan kritik terhadap pernyataan Xue, meminta China untuk menjaga hubungan bilateral yang baik. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menganggap pernyataan tersebut sangat tidak pantas.

Masyarakat Jepang juga menunjukkan kekhawatirannya, dengan banyak warganet dan anggota parlemen yang menyerukan permintaan maaf dari Xue serta tindakan tegas terhadap diplomat China.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketegangan antara China dan Jepang: Langkah Balasan Beijing dan Imbasnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!