BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Risiko Skizofrenia Terkait Memelihara Kucing: Temuan dari Penelitian Terbaru

Risiko Skizofrenia Terkait Memelihara Kucing: Temuan dari Penelitian TerbaruRisiko Skizofrenia Terkait Memelihara Kucing: Temuan dari Penelitian Terbaru

Para peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, menemukan bahwa memelihara kucing mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko skizofrenia setelah menganalisis 17 studi ini.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Penelitian ini, dipimpin oleh Psikiater John McGrath, mencakup data dari 44 tahun dan dipublikasikan dalam jurnal Schizophrenia Bulletin pada tahun 2024.

Gagasan Awal dan Penelitian Terkait

Gagasan bahwa kepemilikan kucing dapat terkait dengan risiko skizofrenia telah dibahas dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1995, di mana parasit Toxoplasma gondii diidentifikasi sebagai salah satu penyebabnya.

Namun, hasil penelitian selanjutnya menunjukkan hasil yang bervariasi. Misalnya, penelitian dari Cureus pada tahun 2022 menemukan bahwa berada di sekitar kucing selama masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan mental tersebut.

Di sisi lain, studi dari Plos One tahun 2019 tidak menemukan adanya hubungan signifikan antara kepemilikan kucing dan risiko skizofrenia.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Dampak Toxoplasma Gondii

Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat ditularkan melalui daging yang kurang matang atau feses kucing yang terinfeksi dan diketahui menginfeksi sekitar 40 juta orang di Amerika Serikat.

Setelah terjangkit, T. gondii dapat memengaruhi neurotransmiter dalam sistem saraf pusat, yang berhubungan dengan perubahan kepribadian dan gejala psikotik, termasuk skizofrenia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan ini belum membuktikan bahwa parasit tersebut secara langsung menyebabkan perubahan mental atau bahwa infeksi disebarkan dari kucing ke manusia.

Kualitas Penelitian dan Variabilitas Hasil

Sebagian besar penelitian dalam tinjauan ini, yaitu 15 dari 17, adalah studi kasus-kontrol yang tidak mampu menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung, sering kali tidak mempertimbangkan faktor penyebab lainnya.

Kualitas rendah dari beberapa studi ini mengakibatkan hasil yang tak konsisten. Misalnya, jurnal dari Plos One tahun 2019 menunjukkan hubungan signifikan hanya pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun.

Penelitian lain dari Schizophrenia Research tahun 2013 mencatat bahwa tidak ada hubungan antara kepemilikan kucing dan skor skizotipi, meski individu yang pernah digigit kucing memiliki skor yang lebih tinggi.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Skizofrenia Terkait Memelihara Kucing: Temuan dari Penelitian Terbaru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!