BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 16:58 WIB

Gelombang Pembatalan Tiket Penerbangan ke Jepang Pasca Imbauan Pemerintah China

Gelombang Pembatalan Tiket Penerbangan ke Jepang Pasca Imbauan Pemerintah ChinaGelombang Pembatalan Tiket Penerbangan ke Jepang Pasca Imbauan Pemerintah China

Sejak Sabtu, 15 November 2025, pemerintah China mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, mengakibatkan gelombang besar pembatalan tiket penerbangan.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Sekitar 491.000 tiket telah dibatalkan, yang mencakup 32% dari total pemesanan maskapai China ke Jepang.

Dampak Pembatalan terhadap Penerbangan

Li Hanming, seorang analis penerbangan senior, menyatakan bahwa tingkat pembatalan penerbangan mengalami lonjakan drastis, dengan 82,14% penerbangan pada hari Minggu dibatalkan.

Pada hari Senin, tingkat pembatalan masih tinggi di 75,6%. Menurut Li, jumlah pembatalan pada hari Minggu mencapai 27 kali lipat dibandingkan pemesanan baru, menunjukkan kekhawatiran keamanan sebagai faktor utama.

Pembatalan massal ini menciptakan ketidakpastian di kalangan penumpang dan memicu perubahan pada jadwal penerbangan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Konsekuensi Hingga ke Rute Penerbangan

Li juga mencatat bahwa skala pembatalan ini merupakan yang terbesar sejak awal 2020 saat terjadi lonjakan kasus Covid-19, yang membuat kapasitas penerbangan turun seiring dengan meningkatnya ketakutan akan keamanan perjalanan.

Setelah imbauan perjalanan tersebut, maskapai-maskapai penerbangan China secara cepat menawarkan opsi pengembalian uang penuh dan penjadwalan ulang gratis untuk penerbangan ke Jepang.

Langkah ini diambil untuk memperkecil dampak negatif bagi penumpang yang terkena imbas dari situasi ini.

Potensi Kerugian untuk Industri Pariwisata

Menurunnya minat bepergian dikabarkan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap industri pariwisata Jepang, terpuji menjelang musim liburan akhir tahun.

Data terbaru menunjukkan bahwa China adalah penyumbang terbesar wisatawan ke Jepang, dengan total kunjungan mencapai 7,49 juta antara Januari hingga September 2025, meningkat dari 4,6 juta pada tahun sebelumnya.

Penurunan angka kunjungan diprediksi akan menciptakan kerugian besar bagi sektor pariwisata, yang sangat bergantung pada jumlah wisatawan internasional.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gelombang Pembatalan Tiket Penerbangan ke Jepang Pasca Imbauan Pemerintah China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!