Dampak Remote Work: Antara Kebebasan dan Kelelahan
Bekerja dari rumah memang menarik pada awalnya, tetapi lama-lama banyak yang merasakan keletihan akibat kurangnya interaksi sosial.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Tren ini semakin menjadi pilihan banyak orang, tetapi juga membawa tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Saat pertama kali memulai remote work, banyak orang merasakan kebebasan yang tiada tara.
Tidak perlu berdesakan di angkutan umum dan bisa bekerja dalam suasana yang nyaman membuat banyak orang merasa lebih bahagia.
Fleksibilitas dalam mengatur jadwal juga menjadi salah satu faktor penting.
Banyak yang merasa produktivitasnya meningkat dengan kebebasan memilih waktu kerja.
Meskipun di awal menyenangkan, banyak pekerja mulai merasakan dampak dari isolasi sosial.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Ketidakhadiran rekan kerja di sekitar bisa mengakibatkan perasaan kesepian dan kurangnya motivasi.
Berdasarkan survei terbaru, 65% pekerja remote mengaku merasa lebih tertekan akibat kurangnya interaksi langsung.
Dampak ini jelas mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Penting untuk memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Mengatur waktu istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi rasa kelelahan di tengah pekerjaan yang terus berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: