BMKG Ungkap Penyebab Longsor di Cilacap: Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengungkap rangkaian faktor cuaca yang menyebabkan longsor di Cilacap, Jawa Tengah. Hujan berkepanjangan dengan curah tinggi menjadi penyebab utama kondisi tanah yang rentan terhadap pergerakan.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa curah hujan di Kecamatan Majenang telah mencapai hampir 100 mm per hari pada 10-11 November, meningkatkan risiko terjadinya longsor.
BMKG mencatat curah hujan pada 10-11 November mencapai 98,4 mm dan 68 mm per hari. Sisa hujan ringan yang tampak setelah itu membuat tanah tetap jenuh air, yang memicu terjadinya longsor.
Guswanto juga mengemukakan bahwa cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh kondisi atmosfer yang mendukung hujan lebat. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta pusaran angin di sekitar wilayah tersebut memperkuat pembentukan awan hujan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, mengingatkan bahwa kelembapan udara yang tercatat sangat tinggi turut mendukung potensi hujan lebat. Hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi kembali antara 19-22 November.
Untuk mengantisipasi bencana lebih lanjut, BMKG berencana mengadakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tri Handoko Seto dari BMKG menegaskan bahwa skema OMC akan dirancang untuk melindungi daerah rawan dari risiko hujan deras.
BMKG mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana. Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Bagus Pramujo, memastikan BMKG terus memberikan informasi cuaca harian.
BMKG juga mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S yang dapat menimbulkan cuaca ekstrem dalam waktu dekat. Guswanto menegaskan bahwa meskipun peluang berkembang menjadi siklon masih rendah, dampaknya tetap akan signifikan bagi beberapa wilayah.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: