Keajaiban Geologi Pegunungan Barberton: Warisan Dunia yang Terancam
Pegunungan Barberton di Afrika Selatan merupakan situs geologi tertua yang terungkap di permukaan bumi, dengan usia batuan sekitar 3,6 miliar tahun.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Area ini tidak hanya menyimpan informasi tentang pembentukan planet, tetapi juga tentang kehidupan awal di Bumi, yang kini terancam oleh aktivitas manusia.
Pegunungan Barberton atau Pegunungan Makhonjwa terletak di provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan, dan dikenal karena lapisan batuan kuno yang berharga bagi ilmu pengetahuan.
Lapisan batuan ini, terutama Onverwacht Group, memiliki ketebalan lebih dari 10 kilometer dan merekam aktivitas geologi yang terjadi selama sekitar 300 juta tahun.
Dalam penelitian yang diterbitkan di American Journal of Science, Donald R. Lowe dan Gary R. Byerly menemukan bukti deformasi tektonik serta jejak tumbukan meteorit yang signifikan bagi pembentukan kerak bumi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
'Kondisi awal Bumi jauh lebih dinamis dan keras dibandingkan sekarang,' ujar Lowe, menekankan pentingnya penemuan ini.
Batuan ultramafik atau komatiit yang ditemukan turut membuktikan bahwa magma pada zaman purba sangat panas, dengan suhu di atas 1.600 derajat Celsius. 'Fakta ini menegaskan bahwa mantel bumi zaman purba lebih panas dan lebih aktif secara vulkanik,' tambah para peneliti.
Meskipun memiliki nilai ilmiah tinggi, lebih dari 40 persen situs geologi di Barberton tidak terdaftar dalam zona perlindungan resmi, sehingga sangat rentan terhadap aktivitas tambang emas dan penebangan.
Ancaman ini membuat lapisan batuan berharga menghadapi risiko besar, mendorong upaya konservasi dari pemerintah Afrika Selatan dan lembaga internasional.
'Kami terus berupaya menjaga warisan ini agar tetap terjaga untuk penelitian di masa depan,' kata seorang juru bicara pemerintahan setempat.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: