Ahok Peringatkan Potensi Banjir di Jakarta Jika Tanggul Mutiara Jebol
Basuki Tjahaja Purnama, mantan Gubernur Jakarta, menegaskan potensi banjir yang bisa melanda pusat kota jika tanggul laut di Pantai Mutiara jebol.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa banjir bisa mencapai Monas jika terjadi kombinasi air laut pasang dan hujan deras.
Untuk menanggulangi masalah banjir, Ahok kembali menekankan pentingnya proyek normalisasi Waduk Pluit, yang merupakan langkah awal yang diambil saat ia masih menjabat.
Normalisasi diperlukan karena waduk tersebut sebelumnya dipenuhi dengan ratusan bangunan semipermanen yang mengurangi kapasitas tampung air.
Setelah pembebasan lahan, proyek pengerukan lumpur dilakukan untuk meningkatkan kedalaman waduk menjadi lima meter dari dua meter.
Dengan langkah ini, diharapkan kawasan Pluit akan terlindungi dari dampak serius jika tanggul di Pantai Mutiara mengalami kerusakan.
Kondisi tanggul saat ini mendapatkan perhatian publik, terutama setelah video menunjukkan air laut hampir setinggi tanggul.
Tanggul yang membentang sekitar 1,2 kilometer memiliki tinggi satu meter dan lebar 10 hingga 15 sentimeter.
Meskipun terlihat kuat, risiko air meluber ke jalan tetap ada, terutama saat ada gelombang tinggi.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Agus Suyanto dari Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu menyatakan bahwa 'air dari ombak' tetap menjadi ancaman, meski tanggul tidak terlihat retak.
Pengamat tata kota Trubus Rahadiansyah memperingatkan dampak besar jika tanggul Mutiara jebol, yang tentunya akan melanda pusat kota Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa dampaknya bisa meluas hingga radius puluhan kilometer dari lokasi jebolnya tanggul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: