Penyelidikan Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Pelaku Sadarkan Diri Setelah Operasi
Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang merupakan anak berkonflik dengan hukum, sudah sadarkan diri setelah menjalani operasi. Namun, polisi menyatakan pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam tahap pemulihan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa hingga kini polisi telah memeriksa 46 orang siswa terkait insiden tersebut dan menemukan paku pada tubuh pelaku.
Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 46 orang siswa berkaitan dengan kasus ledakan di SMAN 72 yang terjadi di Kelapa Gading, Jakarta. Penemuan paku yang tertancap pada tubuh pelaku ledakan ini menambah kompleksitas kasus yang mengakibatkan 96 orang terluka.
Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, "Riksa saksi anak 46 orang paralel dengan giat observasi dari APSIFOR." Penemuan barang bukti ini semakin memperkuat penyelidikan penyidik atas insiden tersebut.
Dugaan indikasi bahwa ledakan tidak terjadi secara alami semakin diperkuat oleh ditemukanya paku di tubuh pelaku. Informasi lebih lanjut mengenai bagaimana paku tersebut bisa berada di tubuh pelaku masih dalam kajian pihak berwenang.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Oleh karena dampak dari ledakan yang sangat serius, sampai dengan saat ini terdapat 20 korban yang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda. Mereka dirawat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI, dan RS Polri Kramat Jati.
Data terakhir mencatat, dari jumlah total tersebut, 13 korban dirawat di RS Islam Jakarta, 6 korban di RS YARSI, dan 1 korban di RS Polri Kramat Jati. Kombes Budi menambahkan, "Data korban per hari ini, Kamis, 13 November 2025 jam 13.00 WIB, sejumlah 20 pasien."
Kondisi para korban pun beragam, dan beberapa di antaranya membutuhkan perawatan intensif. Penanganan medis yang cepat dan tepat akan sangat berkontribusi terhadap pemulihan mereka.
Pihak kepolisian tidak hanya memeriksa siswa yang terlibat, tetapi juga keluarga pelaku. Sebuah pemeriksaan dilakukan terhadap ayah pelaku dua hari sebelum pengumuman kondisi terkini pelaku.
Namun, Kombes Budi Hermanto tidak memberikan rincian mengenai hasil pemeriksaan terhadap ayah pelaku. Penyelidikan terus berlanjut dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap fakta lebih dalam mengenai insiden ini.
Dengan demikian, langkah-langkah bersama dengan instansi terkait, diharapkan bisa mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: