BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 16:16 WIB

Kemenag Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Mencegah Radikalisasi di Sekolah

Kemenag Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Mencegah Radikalisasi di SekolahKemenag Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Mencegah Radikalisasi di Sekolah

Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan langkah konkret untuk mencegah radikalisme di sekolah-sekolah setelah tragedi peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Langkah ini berfokus pada penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama, salah satunya dengan menggelar Kongres Rohani Islam Nasional I.

Kongres Rohis Nasional I: Sebuah Inisiatif Strategis

Kongres Rohis Nasional I diselenggarakan oleh Kemenag pada 12-15 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Rohis dalam mencegah radikalisasi di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M Munir, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban tragedi SMAN 72. Dia juga mengajak siswa untuk memperkuat rasa nasionalisme mereka.

Agenda yang diusung dalam kongres diharapkan bukan hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi aksi nyata dalam membangun kesadaran pelajar akan pentingnya nilai-nilai moderat dalam beragama.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Peristiwa Tragis di SMAN 72 dan Implikasinya

Tragedi di SMAN 72 terjadi saat pelaksanaan salat Jumat, di mana ledakan yang diduga berasal dari tujuh bom rakitan mengakibatkan empat di antaranya meledak. Insiden ini membawa dampak mendalam pada masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap radikalisasi di kalangan pelajar.

Pelaku peledakan diketahui sebagai seorang siswa berusia 17 tahun yang sebelumnya mengalami bullying dan terpapar konten radikal melalui internet. Kejadian ini menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap krisis mental dan paparan ekstremisme di generasi muda.

Kompleksitas permasalahan ini menunjukkan bahwa diperlukan perhatian lebih dari berbagai pihak dalam membangun lingkungan yang sehat bagi siswa.

Respons Terhadap Radikalisasi di Kalangan Pelajar

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah memberikan peringatan sejak 2023 bahwa Generasi Z sangat rentan terhadap radikalisasi via internet. Tindakan preventif menjadi semakin mendesak di tengah meningkatnya kasus serupa di kalangan pelajar.

Menurut survei Wahid Foundation tahun 2016, 58% aktivis Rohis memiliki kecenderungan mendukung konflik bernuansa radikal. Hal ini menunjukkan pentingnya reformasi dalam gerakan Rohis untuk menjadi lebih inklusif.

Pemerintah berupaya menjadikan organisasi Rohis sebagai wadah pembinaan spiritual yang moderat dan aman, serta mampu melawan paham-paham ekstremis yang merugikan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemenag Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Mencegah Radikalisasi di Sekolah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!