Rapat Khusus Presiden Prabowo: Penundaan Penerbangan dan Agenda Kunjungan Ke Sydney
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025), yang berdampak pada penundaan penerbangannya menuju Sydney selama dua jam.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, untuk membahas penggunaan dana publik dan penyerapan anggaran.
Rapat tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memastikan setiap rupiah anggaran publik digunakan dengan tepat.
Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan anggaran daerah yang efektif. "Presiden menekankan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan," tulis Teddy melalui media sosial.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Prabowo juga meminta Menteri Prasetyo untuk melakukan evaluasi terhadap penyerapan anggaran serta penggunaan transfer ke daerah demi memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana publik oleh kepala daerah.
Setelah rapat, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk melakukan kunjungan satu hari ke Sydney, Australia. Dalam kunjungan ini, dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn.
Rangkaian pertemuan ini juga akan membahas berbagai kesepakatan di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, pendidikan, dan kemitraan industri. Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan Albanese ke Jakarta setelah terpilih kembali pada Mei 2025.
Diharapkan, pertemuan ini dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, serta meningkatkan kerjasama di berbagai sektor penting untuk kedua negara.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: