Relokasi Pabrik Alas Kaki: Apa Kata Kemenperin?
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan pernyataan resmi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di pabrik alas kaki, seperti yang terjadi pada Nike dan Adidas, yang relokasi dari Tangerang ke Jawa Tengah.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Agus menegaskan bahwa relokasi yang dilakukan di dalam wilayah Indonesia tidak akan menjadi masalah selama kapasitas produksi tetap terjaga.
Dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Agus meminta maaf atas dampak dari relokasi pabrik yang terjadi. Ia menekankan, "Kalau relokasi pabrik, ini saya harus menyampaikan dengan segala rasa hormat dan mohon maaf."
Agus menambahkan pentingnya mempertahankan kapasitas produksi, "Bagi kami di Kemenperin, relokasi pabrik asal dia tidak ada pengurangan kapasitas, enggak ada masalah asal dia relokasinya di NKRI."
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan relokasi pabrik bertujuan untuk menekan biaya produksi. Ia mengemukakan, "Dan terjadinya PHK di fasilitas produksi, khususnya di wilayah barat Jawa, ini kan alas kaki itu padat karya."
Rizky menunjukkan bahwa meskipun ada PHK, produksi akan berlanjut karena pabrik berpindah ke lokasi dengan upah yang lebih rendah, seperti di daerah tengah Pulau Jawa.
Meski terjadi PHK, Agus menegaskan bahwa kondisi industri alas kaki nasional tetap menunjukkan performa positif. Ia menyatakan, "Kami mengharapkan pertumbuhan mencapai 8 persen tahun ini," dan menyerukan perusahaan untuk menemukan solusi dalam mengurangi biaya dan meningkatkan daya saing.
Rizky juga menambahkan bahwa relokasi pabrik yang terjadi di Tangerang pindah ke Cirebon. Pemerintah berharap agar perusahaan dapat beradaptasi dengan baik dalam situasi ini.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: