Pewarna Rambut dan Alat Pelurus: Potensi Risiko Kanker Payudara
Penggunaan pewarna rambut dan alat pelurus rambut dapat meningkatkan risiko kanker payudara, menurut ahli kesehatan yang mengungkapkan kekhawatiran mengenai paparan bahan kimia dalam produk-produk ini.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap kesehatan yang serius akibat zat karsinogen dalam pewarna rambut dan alat perawatan rambut lainnya.
Dokter onkologi radiasi, Chirag Shah, MD, menyatakan bahwa lebih dari 5.000 bahan kimia terkandung dalam pewarna rambut, di antaranya ada zat karsinogen yang berpotensi menyebabkan kanker.
Amina aromatik dan senyawa lain seperti 3-amino-4-metoksianilin menjadi perhatian utama, karena dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh.
Pewarna rambut permanen yang mencakup sekitar 80% pasar diketahui mengandung lebih banyak bahan kimia berbahaya dibandingkan dengan pewarna semi-permanen.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyebutkan bahwa penggunaan pewarna rambut untuk penggunaan pribadi tidak bisa diklasifikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia.
Namun, IARC mencatat bahwa penata rambut yang sering terpapar pewarna rambut masuk dalam kategori 'kemungkinan karsinogenik' dengan risiko lebih tinggi.
Sebuah studi besar yang dilakukan oleh National Institutes of Health pada tahun 2019 memperlihatkan bahwa perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan dengan yang tidak menggunakan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan catokan rambut yang mengandung formaldehida berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.
Mereka yang menggunakan catokan rambut dalam 12 bulan sebelum penelitian memiliki 18% risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara.
Frekuensi penggunaan catokan juga berpengaruh; penggunaan setiap lima hingga delapan minggu meningkatkan risiko hingga 31%.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: