NASA Terapkan Kecerdasan Buatan untuk Prediksi Badai Matahari
Ilmu pengetahuan kini membawa harapan baru dalam memprediksi bencana, terutama badai matahari yang dapat berdampak besar bagi kehidupan di Bumi.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini mengumumkan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan prediksi fenomena luar angkasa ini.
Dengan kecerdasan buatan, NASA fokus pada analisis dan prediksi badai matahari. Teknologi ini memungkinkan deteksi lebih awal potensi bencana, sehingga memberi waktu untuk mitigasi.
Satelit seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail berperan penting dalam mengumpulkan data untuk analisis. Data ini akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terjadinya badai matahari dan dampaknya.
Model pembelajaran bernama DAGGER yang diterapkan oleh NASA mempercepat proses prediksi. “Model ini mampu menentukan tingkat keparahan dan arah peristiwa dalam waktu kurang dari satu detik,” ungkap tim peneliti.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Sejarah mencatat berbagai dampak signifikan akibat badai matahari. Salah satunya adalah peristiwa di Quebec 35 tahun lalu, di mana wilayah tersebut terputus dari pasokan listrik selama berjam-jam.
Peristiwa Carrington yang terjadi 150 tahun lalu juga menunjukkan dampak parah pada infrastruktur listrik dan komunikasi. Hal ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini yang lebih efektif.
Dengan kemajuan NASA dalam menggunakan AI untuk prediksi, diharapkan masyarakat bisa bersiaga lebih awal menghadapi potensi ancaman dari luar angkasa.
Dalam menghadapi banyaknya bencana di dunia, sistem peringatan dini menjadi sangat penting. Teknologi ini memungkinkan masyarakat untuk bersiap dan mengurangi risiko bencana.
AI berkontribusi tidak hanya dalam mempercepat pengumpulan data tetapi juga meningkatkan akurasi prediksi. Berbagai inovasi terbaru diharapkan dapat meminimalisir kerugian akibat bencana.
Keterlibatan masyarakat dalam memahami dan merespons teknologi ini juga sangat penting, agar dampak bencana dapat direduksi dengan lebih efektif.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: