Aksi Nekat Bocah di Tol Batang-Semarang Viral, Ini Tanggapan Pihak Berwajib
Sebuah video yang menunjukkan sekelompok bocah nekat menghentikan kendaraan di Tol Batang-Semarang baru-baru ini viral di media sosial. Aksi yang terjadi pada Senin petang ini dinilai sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan fatal di jalan tol.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @batang.update, memperlihatkan bocah-bocah berinteraksi langsung dengan pengguna jalan, bahkan ada yang berdiri di tengah jalan dan mengacungkan sesuatu. Tindakan ini mengundang perhatian luas dan kritik dari netizen mengenai keselamatan di jalan.
Di dalam video yang beredar, tampak beberapa anak berusaha menghentikan kendaraan yang melintas di jalur bebas hambatan. Mereka duduk santai di pinggir jalan sambil merekam aksi tersebut, menunjukkan kurangnya pengawasan dari orang tua.
Tindakan bodoh ini bisa berakibat fatal, dan hal ini menjadi sorotan netizen yang memberikan tanggapan mengenai pentingnya keselamatan di jalan. Banyak yang menegaskan bahwa tindakan tersebut seharusnya tidak terjadi di area yang berpotensi membahayakan jiwa.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Humas PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Dedi Mawardi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan terkait video tersebut. "Kami cek lokasi langsung dan tracing kemudian akan ditindaklanjutin," kata Dedi.
Ia juga menyampaikan bahwa PT JSB berterima kasih atas informasi tersebut dan akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menindaklanjuti peristiwa ini. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa yang bisa membahayakan nyawa pengguna jalan.
Kanit Patroli Jalan Raya (PJR) Subah Polda Jateng, AKP Nuryadi, menyatakan bahwa pihaknya telah memonitor peristiwa tersebut. Menurutnya, patroli di lokasi akan ditingkatkan, terutama saat sore hari.
"Aksi itu sangat membahayakan. Kita akan melakukan peningkatan patroli, agar hal yang berbahaya dan dilarang itu tidak terjadi lagi," ungkap Nuryadi. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan bekerjasama dengan Polsek serta Bhabinkamtibmas untuk mencegah peristiwa serupa di masa depan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: