Pencabutan Gelar Kerajaan Pangeran Andrew oleh Raja Charles III
Raja Inggris, Charles III, resmi mencabut gelar kerajaan Pangeran Andrew, yang kini hanya akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten Windsor.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Dengan pencabutan ini, Andrew kehilangan gelar kehormatan Wakil Laksamana, menandai hilangnya pangkat militer terakhirnya.
Keputusan pencabutan gelar kerajaan dilakukan setelah meningkatnya kemarahan publik terkait dengan hubungan Pangeran Andrew dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang terkenal.
Menteri Pertahanan John Healey menyatakan, 'Kita telah melihat Andrew melepaskan jabatan kehormatan yang pernah dipegangnya di militer... Dibimbing kembali oleh raja, kami sekarang sedang berupaya untuk mencabut gelar terakhir wakil laksamana yang masih dimilikinya.'
Hal ini menunjukkan dampak dari skandal yang melibatkan Andrew dan bagaimana publik bereaksi terhadap situasi tersebut.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dugaan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, salah satu penuduh utama Epstein, menjadi sorotan utama dalam keputusan ini.
Giuffre mengklaim dalam memoar anumerta bahwa ia diperdagangkan untuk berhubungan seks dengan Andrew saat ia berusia 17 tahun.
Walaupun Andrew telah membantah semua tuduhan tersebut, pengumuman dari Istana Buckingham menegaskan bahwa kehilangan gelar ini dianggap perlu dalam konteks skandal yang berkelanjutan.
Pangeran Andrew sebelumnya dikenal sebagai pilot helikopter Angkatan Laut Kerajaan yang berperan dalam Perang Falklands pada tahun 1982 dan telah menyelesaikan 22 tahun masa tugas sebelum pensiun pada tahun 2001.
Namun, reputasinya kini tercoreng oleh tuduhan pelecehan seksual, yang menyebabkan Istana Buckingham mengambil langkah tegas dengan mencabut semua gelar dan kehormatan yang dimilikinya.
Langkah ini menjadi pesan yang jelas mengenai konsekuensi dari tindakan individu, terutama bagi mereka yang berada dalam posisi publik dan kehormatan.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: