Operasi Besar-Besaran Terhadap Red Command di Brasil: 132 Orang Tewas
Grup narkoba berbahaya, Red Command, kembali menjadi sorotan setelah operasi besar yang diluncurkan oleh Presiden Lula da Silva mengakibatkan tewasnya 132 orang.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Operasi ini menargetkan anggota utama Red Command, tetapi juga mengundang kritik dari pengamat hak asasi manusia dan PBB terkait pelanggaran hukum.
Red Command, atau Comando Vermelho (CV), adalah kelompok kriminal tertua di Brasil yang terbentuk dari kolaborasi narapidana dan milisi sayap kiri di penjara.
Kelompok ini lahir selama rezim diktator Brasil antara 1964 hingga 1985, di mana kondisi penjara yang keras mendorong para narapidana untuk bersatu demi bertahan hidup.
Awalnya, mereka dikenal sebagai Falange Vermelha, sebelum mendapatkan nama 'Komando Merah' dari media ketika terlibat dalam kejahatan terorganisir.
Pada 1979, Red Command mulai mengekspansi pengaruhnya ke luar penjara dengan melakukan berbagai kejahatan, termasuk perampokan bank.
Seiring perkembangan waktu, Red Command memasuki perdagangan narkoba, berkolaborasi dengan kartel narkoba di Kolombia dan memperkuat jaringan distribusi.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Kegiatan ilegal ini, bersamaan dengan melemahnya mafia judi ilegal, memperluas kekuasaan Red Command di Rio de Janeiro.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2005, mereka menguasai lebih dari separuh wilayah paling berbahaya di kota tersebut, termasuk penjara-penjara di seluruh Brasil.
Kolaborasi dengan kelompok-kelompok lokal semakin menguatkan posisi Red Command dalam pasar narkoba.
Baru-baru ini, pemerintah Brasil melancarkan operasi untuk menanggulangi kejahatan terorganisir dengan menyasar Red Command.
Dalam operasi ini, banyak anggota yang ditangkap dan tewas, memicu kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: