BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 10:53 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Lebih dari Sekadar Keuntungan Finansial

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Lebih dari Sekadar Keuntungan FinansialProyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Lebih dari Sekadar Keuntungan Finansial

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Ia menegaskan bahwa proyek ini memiliki tujuan sosial yang lebih luas dan tidak hanya fokus pada keuntungan finansial.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Pengembangan ekonomi di sepanjang jalur kereta menjadi perhatian utama, dengan Purbaya menyatakan perlunya meningkatkan kebermanfaatan proyek ini bagi masyarakat di sekitarnya.

Prioritas dalam Pengembangan Sosial

Dalam wawancara di Menara Bank Mega, Jakarta, Purbaya menyatakan, "(Pernyataan Jokowi) ada betulnya juga sedikit, karena kan Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga." Pernyataan ini menunjukkan adanya niatan untuk memajukan daerah-daerah yang dilalui kereta cepat.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan, "Mungkin di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh supaya ekonomi sekitar tumbuh itu harus dikembangkan ke depan." Hal ini menyoroti pentingnya sinergi antara proyek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Visi Jokowi dan Dampak Ekonomi

Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa proyek Whoosh bukan hanya sebagai alat pencarian laba, melainkan sebagai investasi sosial jangka panjang. Ia mengatakan, "Prinsip dasar transportasi massal itu layanan publik, bukan mencari laba," di Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo.

Jokowi juga menjelaskan bahwa proyek kereta cepat ini bertujuan mengatasi kemacetan parah di Jabodetabek dan Bandung, yang diestimasikan menimbulkan kerugian sekitar Rp 65 triliun per tahun.

Tantangan Finansial Proyek Whoosh

Walaupun manfaat sosial yang ditawarkan signifikan, tantangan finansial masih menjadi isu penting. Total utang proyek Whoosh mencapai 7,27 miliar dollar AS, dengan 75 persen pendanaannya berasal dari pinjaman China Development Bank.

Purbaya juga menekankan bahwa kini utang proyek ini menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia menyatakan, "Kan KCIC di bawah Danantara ya. Kalau di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri... Harusnya mereka manage (utang KCJB) dari situ."

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Lebih dari Sekadar Keuntungan Finansial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!