Revitalisasi Rusunawa Marunda: Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Proyek Pembangunan Tower Baru
Pemprov DKI Jakarta mengumumkan rencana pembangunan lima tower baru di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. Pembangunan ini direncanakan tahap pertama dimulai pada awal 2026, setelah pembongkaran tower Cluster C selesai.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Pembangunan ini akan menyediakan 1.440 unit hunian baru, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup warga. Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan pentingnya proyek ini untuk kebutuhan hunian di Jakarta Utara.
Pemprov DKI Jakarta telah memulai proses pembongkaran total lima tower di Cluster C Rusunawa Marunda. Setelah pembongkaran, pembangunan lima tower baru akan dimulai pada awal 2026 dengan target penyelesaian dua tower terlebih dahulu.
Chico Hakim menyampaikan, "Langsung lanjut usai pembongkaran selesai target akhir 2025, dengan pembangunan dua tower baru dari total lima tower 20 lantai, 1.440 unit dimulai awal 2026." Pembangunan ini berupaya meningkatkan kualitas hunian di kawasan tersebut.
Proyek ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perumahan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi di Jakarta Utara. Dengan pembangunan tower yang lebih modern, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan kecukupan hunian.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Selain pembangunan tower, revitalisasi Rusunawa Marunda juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut termasuk taman dan akses transportasi yang lebih baik untuk penghuni baru.
Chico Hakim menambahkan, "Seluruh revitalisasi direncanakan rampung dalam 5 tahun, hingga 2030, termasuk fasilitas pendukung, seperti taman dan akses transportasi." Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hidup warga di Rusunawa dapat meningkat secara signifikan.
Fasilitas pendukung ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi para penghuni. Pengembangan tersebut diharapkan menjadi contoh baik bagi proyek perumahan lainnya di Jakarta.
Sebelum rencana revitalisasi ini, insiden atap gedung di Rusunawa Marunda Blok C ambruk pada tahun 2023. Pemprov DKI menyatakan bangunan tersebut sudah tidak layak huni dan berpotensi membahayakan warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sekitar 451 keluarga terdampak dan pada 11 September 2023, sekitar 129 keluarga eks Rusunawa Marunda telah direlokasi ke Rusun Nagrak. Relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya revitalisasi sekaligus untuk menjamin keselamatan penghuni.
Inisiatif ini didukung oleh hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak untuk dihuni. Penanganan pasca insiden diharapkan memberikan pelajaran berharga untuk proyek-proyek sejenis di masa mendatang.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: