Penutupan Restoran Pizza Hut di Inggris Memicu Pemutusan Hubungan Kerja bagi Ribuan Karyawan
Pizza Hut baru saja mengumumkan penutupan 68 restoran serta 11 outlet delivery di Inggris, yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi 1.210 karyawan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Keputusan ini diambil setelah DC London Pie Limited, pengelola restoran tersebut, mengalami kebangkrutan dan menunjuk FTI Consulting sebagai administrator.
Pizza Hut telah menghadapi sejumlah tantangan signifikan di Inggris selama beberapa waktu terakhir. Dikenal sebagai restoran keluarga yang ikonik, bisnis ini terpaksa mengalami kebangkrutan dua kali dalam waktu kurang dari setahun.
Pada Januari tahun ini, DC London Pie berhasil membeli bisnis Pizza Hut di Inggris yang sebelumnya terpaksa ditutup. Namun, dengan kondisi keuangan yang terus tidak stabil, keputusan untuk menutup sejumlah lokasi kembali terpaksa diambil.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Nicolas Burquier, Direktur Pizza Hut Eropa dan Kanada, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga operasional restoran yang masih buka dan membantu karyawan yang terdampak. Ia berkata, 'Kami akan berusaha mengelola transisi dengan semaksimal mungkin.'
Walaupun ada upaya untuk menyelamatkan 64 restoran yang masih dapat bertahan, keputusan untuk menutup 68 lokasi menunjukkan tantangan besar yang dihadapi industri makanan cepat saji, terutama di masa sulit seperti sekarang.
Zoe Adjay, pengamat dari University of East London, berpendapat bahwa Pizza Hut, yang dulu menjadi pelopor di Inggris pada tahun 1970-an, saat ini kesulitan bersaing dengan merek pizza baru yang lebih premium. 'Pasar pizza sekarang jauh lebih premium. Ada banyak merek pizza kelas atas dan mereka merebut pangsa pasar besar,' ujarnya.
Danni Hewson, analis keuangan di AJ Bell, juga menambahkan bahwa kenaikan biaya operasional dan kehati-hatian konsumen dalam berbelanja semakin memperburuk kondisi tersebut. 'Menjalankan bisnis dining besar yang sudah terkenal memang sangat sulit,' katanya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: