BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 17:32 WIB

Pengembangan Sistem AI di Bea Cukai: Upaya Memperkuat Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Pengembangan Sistem AI di Bea Cukai: Upaya Memperkuat Pengawasan Transaksi KepabeananPengembangan Sistem AI di Bea Cukai: Upaya Memperkuat Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pengembangan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk mengawasi pelanggaran transaksi kepabeanan. Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan, membawa harapan baru dalam meningkatkan efisiensi pengawasan.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan penerapan teknologi ini, Bea Cukai diharapkan mampu memaksimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan serta menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

Pengembangan Sistem AI

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa sistem AI yang sedang dikembangkan di Bea Cukai akan memantau pelanggaran dan kecurangan dalam transaksi kepabeanan. "Dalam 3 bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai. Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa 3 bulan ke depan, sudah (selesai)," ujarnya.

Sistem ini tidak hanya akan beroperasi secara mandiri namun juga terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), guna memperkuat penerimaan negara dari kedua sektor tersebut. Integrasi ini bertujuan untuk optimalisasi kinerja dalam pengawasan.

Purbaya menekankan bahwa pengembangan ini mungkin memakan waktu lebih dari tiga bulan, tetapi ia yakin dampaknya akan sangat berarti. "Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien daripada sekarang," tambahnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Tujuan dan Arahan Presiden

Melalui inisiatif ini, Purbaya berusaha mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghapus praktik kecurangan yang merugikan pendapatan negara. Kecurangan dalam transaksi kepabeanan sering kali membawa dampak negatif yang besar pada perekonomian.

"Tidak ada kendala di Bea Cukai. Cuma saya ingin melihat seberapa canggih sih sistem punya Bea Cukai. Bisa nggak saya optimalkan untuk mengurangi yang dikritik Pak Presiden, under invoicing," jelasnya, menunjukkan komitmen terhadap transparansi.

Dengan adanya sistem yang lebih baik, implementasi AI diharapkan dapat menekan potensi kecurangan dan menciptakan iklim pasar yang lebih adil.

Harapan untuk Masa Depan

Purbaya juga mengingatkan tentang pentingnya pengawasan dan evaluasi terhadap penerapan sistem AI ini. Selain memastikan sistem berfungsi dengan baik, evaluasi juga penting untuk melindungi kepentingan negara.

Diharapkan, dengan pengawasan yang lebih ketat, sektor perpajakan dan kepabeanan akan semakin tertib dan transparan. Penggunaan teknologi modern, seperti AI, menjadi kunci dalam mewujudkan visi ini.

Sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih luas, tujuan akhir dari langkah ini adalah perbaikan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengembangan Sistem AI di Bea Cukai: Upaya Memperkuat Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!