Lebih dari 450 Tokoh Yahudi Desak PBB Kenakan Sanksi pada Israel Terkait Gaza
Lebih dari 450 tokoh Yahudi di seluruh dunia menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengenakan sanksi pada Israel atas tindakan genosida yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Seruan ini disampaikan melalui surat terbuka yang ditandatangani oleh mantan pejabat Israel dan sejumlah tokoh terkenal, termasuk pemenang Oscar.
Dalam surat yang dilansir oleh The Guardian, para penandatangan menegaskan, "Kami tidak lupa begitu banyak hukum, piagam, dan konvensi yang ditetapkan untuk melindungi dan menjaga seluruh kehidupan manusia diciptakan sebagai respons terhadap Holocaust."
Mereka menekankan bahwa perlindungan tersebut telah dilanggar secara terus-menerus oleh Israel.
Surat tersebut juga menyerukan agar pemimpin dunia mematuhi keputusan dari Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Para tokoh menekankan pentingnya untuk menghindari keterlibatan dalam pelanggaran hukum internasional melalui transfer senjata dan memastikan bantuan kemanusiaan yang cukup untuk Gaza.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Tokoh-tokoh yang menandatangani surat itu meminta agar klaim palsu antisemit yang menyasar individu atau kelompok yang menyerukan perdamaian dan keadilan harus ditolak.
"Solidaritas kami dengan Palestina bukanlah pengkhianatan terhadap Yudaisme, melainkan pemenuhan," tulis mereka dalam surat tersebut.
Dalam surat itu, mereka mengutip prinsip yang menyatakan bahwa menghancurkan satu nyawa setara dengan menghancurkan seluruh dunia, menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil harus dihentikan.
Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Palestina, yang menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, dan kamp pengungsian.
Lebih dari 68.000 warga Palestina dilaporkan tewas, dengan 177.000 orang mengalami luka-luka, serta jutaan orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Meskipun Israel dan Hamas telah mencapai gencatan senjata fase pertama, serangan terhadap Gaza oleh pasukan Zionis tetap berlanjut, melanggar kesepakatan yang telah ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: