BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 17:41 WIB

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Sumber, Proses, dan Transportasi Polutan

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Sumber, Proses, dan Transportasi PolutanMikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Sumber, Proses, dan Transportasi Polutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa mikroplastik dalam air hujan Jakarta tidak hanya berasal dari wilayah tersebut. Partikel ini dapat berpindah antar daerah melalui udara sebelum jatuh ke permukaan bumi.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dwi Atmoko, Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, menjelaskan dalam media briefing bahwa aerosol, termasuk mikroplastik, adalah partikel tersuspensi di udara yang dapat memiliki sumber alami maupun buatan.

Sumber Mikroplastik dan Aerosol

Dwi Atmoko menjelaskan bahwa aerosol memiliki berbagai sumber, baik alami seperti debu vulkanik maupun buatan dari aktivitas manusia. Sumber alami ini termasuk debu yang dihasilkan oleh angin dan asap dari pembakaran kendaraan.

Mikroplastik yang muncul dalam air hujan Jakarta dapat berasal dari berbagai aktivitas, termasuk pertanian dan industri. 'Semua itu melepaskan partikel-partikel halus ke atmosfer,' ungkap Atmoko.

Partikel-partikel ini tidak memiliki pergerakan tetap, melainkan dapat bergerak mengikuti arah dan pola angin. Dengan demikian, proses penyebaran mikroplastik menjadi dinamis dan terus berlangsung.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Proses Deposisi Partikel Mikroplastik

Terdapat dua jenis deposisi mikroplastik yang perlu diketahui: deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering terjadi ketika partikel jatuh ke permukaan bumi akibat gravitasi, biasanya saat atmosfer dalam keadaan tenang.

Di sisi lain, deposisi basah berlangsung ketika partikel menjadi inti kondensasi awan dan turut turun bersama air hujan. 'Dengan demikian, air hujan dapat membawa partikel aerosol, termasuk mikroplastik, ke permukaan,' jelas Atmoko.

Data dari satelit CALIPSO menunjukkan bahwa aerosol dapat menjangkau ketinggian 15 kilometer. Namun, tidak semua partikel bisa terlibat dalam proses hujan, sehingga sebagian ada yang jatuh pada kondisi tertentu.

Fenomena Transportasi Polutan

Dwi Atmoko menyoroti bahwa keberadaan mikroplastik di suatu daerah tidak selalu bersumber dari wilayah tersebut, sebuah fenomena yang dikenal sebagai transportasi polutan. Mikroplastik yang ditemukan di Jakarta bisa jadi berasal dari aktivitas di daerah lain.

'Artinya, mikroplastik yang ditemukan di Jakarta bisa saja berasal dari wilayah lain, atau sebaliknya,' tambah Atmoko, menekankan pentingnya memahami konteks geografis.

Posisi Indonesia di garis ekuator memungkinkan penyebaran polutan yang lebih luas. Musim kemarau sering kali memicu pembakaran sampah terbuka, menghasilkan mikroplastik yang terdispersi ke atmosfer.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Sumber, Proses, dan Transportasi Polutan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!