PSSI Hadapi Tantangan dalam Mencari Pelatih Baru untuk Timnas Indonesia
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dihadapkan pada tantangan besar dalam pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa persepsi negatif di media sosial menjadi penghalang utama dalam proses ini.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Kekhawatiran akan bullying di dunia maya membuat pelatih potensial ragu untuk mengambil posisi di Timnas, terutama menjelang FIFA Matchday yang akan berlangsung pada pertengahan November.
Pencarian pelatih baru Timnas Indonesia masih berlangsung setelah pemecatan Patrick Kluivert. Erick Thohir meminta agar penggemar memahami dampak negatif dari perilaku di media sosial yang bisa mempengaruhi keputusan pelatih.
Dalam pertemuannya dengan pimpinan redaksi media di Jakarta, Thohir menyoroti pentingnya menjaga citra sepakbola nasional. "Jangan sampai persepsi yang terjadi belakangan ini membuat posisi kita sulit mencari pelatih," ujarnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Erick Thohir menjelaskan bahwa pelatih sebelumnya mengalami perlakuan negatif melalui DM di media sosial. Tak jarang, serangan tersebut juga melibatkan anggota keluarga pelatih, yang turut merasakan dampak psikologis.
"Pelatih-pelatih kemarin kan juga shock (diserang) di DM. Bahkan sampai keluarganya juga (diserang)," tambahnya, menegaskan bahwa lingkungan yang positif perlu diciptakan untuk mendukung para calon pelatih.
Ketua Umum PSSI menekankan pentingnya meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan pelatih. Ia mengajak seluruh stakeholder sepakbola untuk berperan aktif dalam menciptakan iklim yang positif di media sosial.
"Kita semua harus menyehatkan persepsi sepakbola nasional. Saya mau menaikkan confidennce para pemain, federasi pun akan melindungi mereka," jelas Thohir, menegaskan komitmen PSSI dalam memperbaiki citra olahraga ini.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: