Pertumbuhan Pesantren Muhammadiyah: Menuju Pendidikan Berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan
Organisasi Muhammadiyah berhasil mencatatkan prestasi dengan memiliki 444 pesantren berbadan hukum pada 2024, menjadikannya organisasi Islam terkemuka di Indonesia dalam aspek pendidikan pesantren.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menegaskan bahwa semua pesantren ini resmi dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah, bukan individu.
Sejak 2015, jumlah pesantren Muhammadiyah mengalami peningkatan yang signifikan. Jika pada 2015 hanya tercatat 127 pesantren, kini angkanya melonjak menjadi 444 pada tahun 2024.
Penyebaran pesantren ini pun meluas, dari awalnya hanya 15 provinsi sekarang menjangkau 27 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam pendidikan agama yang lebih luas.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PP Muhammadiyah, Maskuri, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan kebutuhan kaderisasi ulama yang kompeten di dalam organisasi.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang dihelat di Surakarta, program pesantren mendapat amanat untuk berkembang dalam pendidikan berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Pendidikan ini ditargetkan untuk memiliki karakter Islam Berkemajuan.
Pesantren Muhammadiyah dirancang agar memiliki karakteristik holistik dan integratif. Dengan demikian, lulusan tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki etos pembelajar seumur hidup.
Inisiatif ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang inklusif dan mampu beradaptasi dengan konteks masyarakat yang terus berubah.
LP2M PP Muhammadiyah telah menerbitkan buku yang mengidentifikasi 32 pesantren unggulan sebagai rujukan. Di dalam daftar tersebut, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogja dan Pesantren Al Mujahidin Balikpapan tampil sebagai yang teratas.
Buku ini menyajikan berbagai pesantren yang unggul tidak hanya dari segi prestasi akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter santri. Ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk menyediakan pendidikan berkualitas terbaik.
Lonjakan minat masyarakat terhadap pesantren Muhammadiyah juga terlihat dari pertumbuhan peminat yang signifikan, hingga beberapa institusi terpaksa menolak calon santri karena keterbatasan ruang belajar.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: