BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 15:38 WIB

Film Pendek 'Anak Macan' Masuki Nominasi Piala Citra dan Festival Internasional

Film Pendek Anak Macan Masuki Nominasi Piala Citra dan Festival InternasionalFilm Pendek 'Anak Macan' Masuki Nominasi Piala Citra dan Festival Internasional

Film pendek berjudul 'Anak Macan' yang disutradarai oleh Amar Haikal baru-baru ini berhasil masuk nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Selain itu, film ini juga akan berkompetisi di Louis le Prince International Short Film Competition di Inggris.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dengan durasi 17 menit, 'Anak Macan' menyajikan isu lingkungan dan sosial melalui kisah seorang anak yang berupaya menemukan identitas dirinya di tengah tantangan yang ada di Bantar Gebang.

Penghargaan dan Kesempatan di Festival Film

Louis le Prince International Short Film Competition merupakan bagian dari 39th Leeds International Film Festival (LIFF) yang akan berlangsung di Leeds, Inggris pada 7 November 2025.

Film 'Anak Macan' berkesempatan untuk bersaing dengan karya-karya internasional lainnya, yang bisa memberikan pengakuan lebih luas bagi film ini di panggung global.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Proses Produksi yang Mandiri

Film ini diproduksi secara mandiri oleh Amar Haikal beserta lima rekannya dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dengan dukungan pendanaan dari Momo Film, perusahaan produksi asal Singapura.

Proses syuting dilakukan di atas bukit di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, melibatkan seorang anak lokal sebagai pemeran utama, dengan arahan dari sutradara kawakan Riri Riza.

Tema dan Pesan Film

'Anak Macan' mengisahkan Eki, seorang anak yang mengalami kehilangan saat mencari barang milik ibunya untuk memperingati Hari Ibu.

Amar Haikal menjelaskan bahwa film ini berusaha menampilkan konsekuensi dari budaya konsumerisme, dengan gambaran gunung sampah yang berpotensi mengakibatkan longsor dan mengubur makam ibu Eki.

Film ini tidak hanya menggambarkan kejujuran dan identitas melalui perjalanan karakter utama, tetapi juga menawarkan potret yang keras tentang kehidupan di Bantar Gebang.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Film Pendek 'Anak Macan' Masuki Nominasi Piala Citra dan Festival Internasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!