BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 15:16 WIB

Memahami Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Memahami Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan PenanganannyaMemahami Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung secara abnormal, yang dapat mempengaruhi baik anak-anak maupun orang dewasa.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Meskipun sering kali tidak terasa, skoliosis dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang.

Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan tulang belakang ke samping. Biasanya, tulang belakang seharusnya lurus ketika dilihat dari belakang, tetapi pada penderita skoliosis, ada lengkungan yang menciptakan bentuk 'S' atau 'C'.

Kondisi ini dapat muncul pada berbagai usia, tetapi paling umum terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, sekitar 2-3% dari populasi mengalami skoliosis.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Penyebab dan Gejala Skoliosis

Ada beberapa penyebab skoliosis, termasuk faktor genetik, kondisi medis tertentu, atau bisa juga tanpa penyebab yang jelas, yang sering kita sebut skoliosis idiopatik. Anak-anak dengan riwayat keluarga skoliosis memiliki risiko yang lebih tinggi.

Gejala awal skoliosis bisa berupa ketidakseimbangan bahu atau pinggul, serta perubahan posisi tubuh seperti miring atau membungkuk. Dalam beberapa kasus, gejala ini tidak disadari orang tua hingga anak memasuki masa remaja.

Penanganan Skoliosis

Penanganan skoliosis tergantung pada tingkat keparahan dan usia pasien. Untuk kasus ringan, pengawasan berkala biasanya sudah cukup.

Namun, jika skoliosis cukup parah, dokter dapat merekomendasikan penggunaan brace atau bahkan pembedahan. Yang penting adalah melakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini.

Seperti yang dikemukakan oleh Dokter Spesialis Ortopedi di Jakarta, "Deteksi awal dapat membantu mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari."

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!