Penguatan Diplomasi Multilateral untuk Berantas Judi Daring di Indonesia
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menekankan pentingnya diplomasi multilateral dalam memerangi judi daring yang sering memanfaatkan jaringan internasional.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, mengungkapkan bahwa aliran dana dari aktivitas ilegal ini sebagian besar mengalir ke luar negeri, merugikan ekonomi nasional.
Menurut Danang, judi daring telah menjadi masalah besar bagi ekonomi nasional. 'Uangnya lari ke luar negeri, ekonomi kita kehilangan sirkulasi karena itu, diplomasi multilateral antarnegara sangat penting,' ujarnya.
PPATK mencatat bahwa perputaran transaksi judi daring di Indonesia telah mencapai Rp927 triliun dari tahun 2017 hingga kuartal I 2025. Fenomena ini menembus berbagai lapisan masyarakat, menunjukkan dampak sistemik dari praktik ilegal ini.
Judi daring tidak hanya merugikan individu tetapi juga memberikan dampak negatif lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, tindakan pemberantasan yang efektif menjadi sangat mendesak.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Muchtarul Huda, menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menangani judi daring. 'Kita butuh AI-based detection system, integrasi database lintas instansi, dan kerja sama internasional untuk menekan masifnya praktik ini,' kata Huda.
Hingga saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menangani lebih dari 7,2 juta konten perjudian daring. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan judi daring memerlukan kolaborasi yang intensif antar lembaga.
Terobosan teknologi seperti sistem deteksi berbasis kecerdasan buatan diharapkan dapat membantu mempercepat identifikasi dan penghapusan konten perjudian daring.
Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), Fransiska Oei, menjelaskan bahwa industri keuangan memiliki peran penting dalam pencegahan judi daring. 'Teknologi crawling berbasis AI dapat membantu mempercepat identifikasi rekening yang terlibat jaringan judi daring,' ujarnya.
Fransiska juga menekankan komitmen industri keuangan dalam menjaga kepercayaan publik, yang sangat penting dalam sistem ekonomi digital yang semakin berkembang. 'Transaksi digital adalah tulang punggung ekonomi masa depan,' tambahnya.
Industri keuangan berupaya untuk memastikan bahwa sistem pembayaran tetap aman, transparan, dan beretika serta beradaptasi untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: