Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren Diharapkan Resmi pada Hari Santri
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengharapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dapat diresmikan pada Hari Santri, Rabu (22/10/2025). Pengumuman ini diharapkan menjadi momen yang menggembirakan bagi pesantren di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Serah terima persyaratan pembentukan Ditjen tersebut sudah dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Harapan agar proses ini segera selesai menjadi perhatian utama karena pentingnya pengakuan terhadap peran pesantren.
Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa semua persyaratan yang diminta oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah dilengkapi dan diserahkan ke Presiden RI. Ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembentukan Ditjen Pesantren yang sudah lama diharapkan.
Ia berharap pengumuman resmi mengenai Ditjen ini dapat menjadi bagian dari perayaan Hari Santri yang akan datang. Proses ini dinilai krusial untuk memberikan pengakuan formal terhadap keberadaan pesantren di Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Pembentukan Ditjen Pesantren menjadi penting karena sebelumnya pesantren tidak memiliki Direktorat Jenderal tersendiri. Selama ini, pengelolaan pesantren masih berada di bawah konfigurasi yang lebih terbatas, yakni hanya dikelola oleh seorang Direktur.
Nasaruddin menegaskan bahwa Ditjen Pesantren akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Ditjen Haji dan Umrah yang kini telah menjadi kementerian tersendiri. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem pendidikan dan manajemen pesantren.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa keberadaan Ditjen Pesantren merupakan kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, pesantren memiliki peran yang sangat signifikan dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa sebagai institusi pendidikan khas di Indonesia, pesantren telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pembentukan Ditjen ini tidak hanya penting tetapi juga sangat mendesak untuk diberikan perhatian lebih.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: