Ambroxol: Dari Obat Batuk ke Terapi Potensial untuk Parkinson dan Demensia
Ambroxol, yang selama ini dikenal sebagai obat batuk berdahak, kini menunjukkan potensi baru dalam pengobatan penyakit Parkinson dan demensia berkat penelitian terkini.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Penelitian internasional menunjukkan bahwa Ambroxol dapat menembus otak dan berperan dalam perlindungan sel saraf, menjadikannya kandidat untuk terapi penyakit neurodegeneratif.
Ambroxol adalah obat ekspektoran yang umum digunakan untuk meredakan batuk berdahak. Obat ini berfungsi dengan cara mengencerkan lendir di saluran pernapasan, sehingga memudahkan pengeluarannya saat batuk.
Berkat kemampuannya menembus otak, Ambroxol kini menarik perhatian para ilmuwan untuk khasiatnya yang lebih luas. Studi terbaru menunjukkan bahwa Ambroxol memiliki efek protektif terhadap sel saraf, yang membuatnya relevan dalam terapi Parkinson dan demensia.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Penyakit Parkinson disebabkan oleh penumpukan protein abnormal yang dikenal sebagai α-synuclein di otak. Gangguan enzim glucocerebrosidase (GCase) merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penumpukan tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa Ambroxol mampu meningkatkan aktivitas GCase, sehingga membantu mencegah penumpukan α-synuclein. Dengan kata lain, obat ini berpotensi melindungi sel-sel saraf dari kerusakan yang menjadi penyebab gejala Parkinson.
Studi laboratorium menunjukkan bahwa Ambroxol dapat meningkatkan aktivitas enzim GCase hingga 3,3 kali lipat serta mengurangi penumpukan α-synuclein di sel saraf. Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Mullin et al. di JAMA Neurology pada tahun 2020, menguji efek Ambroxol pada 17 pasien Parkinson.
Hasilnya menunjukkan bahwa Ambroxol terdeteksi dalam cairan otak, dan meningkatkan kadar GCase dalam cairan otak hingga 35%. Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan dampak jangka panjangnya.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: