Pergeseran dan Penyusutan Greenland: Dampak Krisis Iklim yang Memburuk
Pulau terbesar di dunia, Greenland, mengalami penyusutan dan pergeseran ke arah barat laut sekitar dua sentimeter per tahun akibat mencairnya es dan perubahan tekanan kerak bumi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Fenomena ini diungkapkan oleh tim ilmuwan dari Technical University of Denmark dan NASA Jet Propulsion Laboratory, yang menunjukkan bahwa krisis iklim merubah dinamika geologis planet secara signifikan.
Tim peneliti dari Technical University of Denmark (DTU Space) dan NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) telah menemukan bahwa Greenland menyusut dan bergeser secara signifikan sebagai akibat dari mencairnya lapisan es.
Peneliti utama, Danjal Longfors Berg, menjelaskan bahwa pengurangan berat es yang telah menekan kerak bumi selama ribuan tahun menyebabkan daratan Greenland mengalami rebound isostatik.
Menurut Berg, 'Kami menemukan bahwa Greenland bergeser ke arah barat laut, sementara beberapa bagian daratan meregang dan lainnya justru menyusut.'
Hal ini menandakan bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya bersifat lokal tetapi turut mempengaruhi struktur geologis Bumi secara keseluruhan.
Analisis dilakukan dengan menggunakan data dari 58 stasiun GPS yang tersebar di sepanjang tepi Greenland untuk melacak posisi daratan dan pergeseran ketinggian batuan dasar.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam model geologis yang mempertimbangkan pergerakan bumi selama 26.000 tahun terakhir, sehingga ilmuwan dapat mengidentifikasi perubahan secara presisi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Greenland tidak hanya mengalami pengangkatan akibat mencairnya es modern, tetapi juga terpengaruh oleh perubahan prasejarah yang terjadi sejak Zaman Es.
Fenomena ini merupakan contoh ekstrim bagaimana krisis iklim mempengaruhi dinamika geologis planet, di mana hilangnya massa es besar memicu redistribusi berat di kerak bumi.
Perubahan yang terjadi di Greenland tidak hanya meningkatkan permukaan laut global, tetapi juga menunjukkan betapa dalamnya krisis iklim mengubah struktur bumi.
Setiap ton es yang hilang menandai perubahan keseimbangan planet yang lebih luas, di mana tidak hanya atmosfer dan lautan yang terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: