Institut Kesenian Jakarta Akan Pindah ke Kawasan Kota Tua
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan untuk pindah dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan bersejarah tersebut untuk menjadikannya pusat seni dan budaya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kehadiran seniman dari IKJ sangat krusial untuk menggairahkan suasana seni di kawasan Kota Tua, serta menarik perhatian wisatawan.
Rencana pemindahan IKJ ini diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setelah meninjau proyek Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) yang berfokus pada revitalisasi Kota Tua.
Menurut Pramono, keberadaan seniman dari IKJ diperlukan untuk menumbuhkan kreativitas serta kegiatan seni yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini," ujar Pramono.
Revitalisasi ini diharapkan dapat membuat Kota Tua bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan juga pusat inovasi kreatif yang mendukung perkembangan seni.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
IKJ memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM), yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. TIM dibangun pada tahun 1968 sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pusat seni yang dapat mewadahi berbagai ekspresi budaya.
"Dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta," demikian disampaikan oleh laman resmi IKJ.
Didirikannya IKJ bertujuan untuk mengedukasi dan menyiapkan generasi seniman muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang kuat.
Pada tahun 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD). LPKD ini dikembangkan untuk mengakomodasi enam akademi seni yang berbeda.
Kemudian, pada tahun 1981, LPKD diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk memenuhi standar pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini menandai tonggak penting dalam pendidikan seni di tanah air.
Kampus IKJ di TIM pun menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan berbagai cabang seni di bawah satu atap, menjadikannya kontributor besar bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: