BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 11:55 WIB

Tragisnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Udayana: Dugaan Perundungan dan Respons Kampus

Tragisnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Udayana: Dugaan Perundungan dan Respons KampusTragisnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Udayana: Dugaan Perundungan dan Respons Kampus

Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai dua gedung kampus pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Dugaan perundungan yang menimpa Timothy menjadi sorotan publik, setelah percakapan yang tidak pantas di media sosial beredar luas.

Awal Mula Dugaan Perundungan

Peristiwa tragis ini menghebohkan masyarakat, menyusul informasi yang menunjukkan Timothy diduga menjadi korban bullying. Percakapan dalam grup Whatsapp teman-teman mahasiswa yang melibatkan Timothy menunjukkan sekelumit pernyataan yang memperlihatkan sikap tidak empati, dengan ungkapan seperti "Nanggung banget kok bunuh diri dari lantai 2 yak".

Beberapa komentar lain menyentuh soal biaya pengangkutan jenazah, menambah keprihatinan publik terhadap kesehatan mental mahasiswa. Insiden ini tidak hanya menciptakan duka, tetapi juga memperlihatkan adanya masalah serius terkait perundungan di lingkungan kampus.

Respons Universitas dan Tindakan Selanjutnya

Universitas Udayana menyadari bahwa tangkapan layar tersebut merupakan percakapan antara mahasiswa, tetapi menegaskan tidak ada keterkaitan langsung dengan kematian Timothy. Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, mengungkapkan rasa duka yang dalam atas kehilangan Timothy dan berkomitmen untuk menyelidiki lebih jauh.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Sebagai langkah proaktif, universitas telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. "Kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang terbukti terlibat dalam tindakan perundungan," ujar Rektor, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.

Dalam konteks ini, empat pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud telah dipecat dari jabatannya, menunjukkan keseriusan pihak universitas dalam menangani masalah ini.

Pandangan Kementerian Pendidikan dan Komitmen untuk Mengatasi Bullying

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Timothy. Mereka mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia serta meneriakkan bahwa tidak ada tempat untuk bullying di dalam lingkungan kampus.

Pernyataan resmi dari Kemendikti juga menegaskan pentingnya pelaksanaan regulasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi secara konsisten. Lingkungan kampus harus dijadikan tempat yang aman bagi mahasiswa, bebas dari kekerasan atau tekanan apapun.

"Kami bersama Timothy. Tolak Bullying di perguruan tinggi" adalah ungkapan yang menegaskan komitmen kementerian untuk memastikan setiap individu dihargai dan terjaga dalam proses pendidikan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragisnya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Udayana: Dugaan Perundungan dan Respons Kampus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!