Krisis Stok BBM: Vivo Energy Indonesia Umumkan Kehabisan Stok di Seluruh SPBU
PT Vivo Energy Indonesia telah diumumkan kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mereka per tanggal 15 Oktober 2025.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Pengumuman tersebut disampaikan lewat media sosial resmi mereka, yang meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak situasi ini.
Saat ini, SPBU Vivo hanya memiliki stok untuk jenis diesel dengan label Diesel Primus Plus. Vivo dalam pernyataannya menyebutkan bahwa mereka akan terus memperbarui informasi mengenai ketersediaan bahan bakar melalui tautan resmi.
Dalam pengumumannya, Vivo menegaskan, "Kami terus berupaya menyediakan produk BBM berkualitas agar dapat kembali melayani kamu secepatnya." Komitmen ini mencerminkan usaha perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
Di tengah situasi yang rumit ini, pemerintah menawarkan solusi untuk mengimpor BBM menggunakan kuota yang dialokasikan untuk Pertamina. Namun, negosiasi terkait kesepakatan ini masih berlangsung karena ada perbedaan spesifikasi BBM yang dibutuhkan oleh perusahaan swasta.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Kelangkaan BBM yang dialami Vivo dan beberapa perusahaan swasta lainnya telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh pergeseran konsumen yang lebih memilih untuk mengisi bahan bakar di SPBU swasta ketimbang di Pertamina.
Pergeseran ini sebagian besar kalah dengan isu dugaan korupsi dalam tata kelola penjualan minyak yang dikenal sebagai "BBM oplosan," yang menciptakan keresahan di antara konsumen.
Vivo, seperti perusahaan swasta lain, tidak bisa menambah pasokan BBM di SPBU mereka karena kuota impor yang khusus ditetapkan untuk setiap perusahaan sejak awal tahun.
Vivo sebelumnya sempat membatalkan rencana impor BBM melalui Pertamina, dengan alasan komposisi BBM yang mengandung etanol tidak memenuhi standar yang mereka butuhkan. Hal ini membuat perusahaan harus mencari solusi alternatif.
Belakangan ini, Vivo bersama dengan perusahaan penjual BBM lainnya seperti APR dan AKR telah kembali bernegosiasi dengan Pertamina untuk memfasilitasi proses impor BBM. Negosiasi ini diharapkan dapat membuka akses pasokan BBM yang lebih baik ke depannya.
"Vivo, APR, dan AKR sudah sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan lebih teknis," ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan adanya upaya untuk mencari jalan keluar yang saling menguntungkan bagi semua pihak.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: