BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 20:25 WIB

Peringatan WHO: Meningkatnya Kasus Resistensi Antibiotik di Seluruh Dunia

Peringatan WHO: Meningkatnya Kasus Resistensi Antibiotik di Seluruh DuniaPeringatan WHO: Meningkatnya Kasus Resistensi Antibiotik di Seluruh Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan serius terkait dengan peningkatan kasus resistensi antibiotik yang mengkhawatirkan di seluruh dunia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Satu dari enam infeksi bakteri yang terkonfirmasi kini tidak dapat diobati dengan antibiotik umum, menandakan ancaman baru dalam bidang kesehatan global.

Tingkat Peningkatan Resistensi Antibiotik

Antara tahun 2018 hingga 2023, WHO mencatat bahwa resistensi antibiotik telah meningkat lebih dari 40 persen dari kombinasi patogen dan antibiotik yang dipantau.

Sistem Pengawasan Resistensi dan Penggunaan Antimikroba Global (GLASS) yang mencakup lebih dari 100 negara menunjukkan rata-rata peningkatan tahunan resistensi berkisar antara 5–15 persen.

Kondisi ini menandakan adanya urgensi untuk memperhatikan penggunaan antibiotik dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif terhadap masalah ini.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Bakteri Gram-Negatif: Ancaman Terbesar

Dalam laporan Global Antibiotic Resistance Surveillance 2025, terdapat delapan jenis bakteri berisiko tinggi, termasuk Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae, yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan aliran darah.

WHO menemukan bahwa lebih dari 40 persen strain E. coli dan 55 persen K. pneumoniae di seluruh dunia telah teridentifikasi resisten terhadap sefalosporin generasi ketiga, antibiotik lini pertama untuk infeksi berat.

Di wilayah Afrika, tingkat resistensi bahkan melebihi 70 persen, yang menunjukkan tantangan serius bagi sistem kesehatan di negara-negara tersebut.

Langkah Global Melawan Resistensi Antibiotik

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa 'resistensi antimikroba melampaui kemajuan dalam pengobatan modern, mengancam kesehatan keluarga di seluruh dunia.'

WHO menyerukan penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dan pendistribusian obat serta diagnostik berkualitas tinggi sebagai langkah kunci dalam menanggulangi masalah ini.

Walaupun partisipasi negara dalam GLASS meningkat, hampir setengah dari negara yang terlibat belum memiliki sistem pemantauan yang memadai, menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas dalam pelaporan data.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan WHO: Meningkatnya Kasus Resistensi Antibiotik di Seluruh Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!