BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 15:32 WIB

Talasemia: Memahami Penyakit Kelainan Darah yang Perlu Diketahui

Talasemia: Memahami Penyakit Kelainan Darah yang Perlu DiketahuiTalasemia: Memahami Penyakit Kelainan Darah yang Perlu Diketahui

Talasemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang dapat menyebabkan masalah serius bagi penderitanya. Di Indonesia, penyakit ini menjadi salah satu perhatian utama dalam bidang kesehatan, terutama di kalangan populasi dengan latar belakang keturunan tertentu.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Dengan prevalensi yang tinggi, talasemia mengganggu sistem pengangkutan oksigen dalam tubuh dan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dari masyarakat. Data menunjukkan bahwa gen talasemia lebih umum di kalangan masyarakat keturunan Cina dan Arab.

Apa Itu Talasemia?

Talasemia adalah kondisi medis di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal, mengakibatkan gangguan pada fungsi transportasi oksigen. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu talasemia alfa dan talasemia beta, disebabkan oleh gen yang berbeda.

Penyakit ini diturunkan melalui orang tua yang membawa gen talasemia, sehingga prevalensinya lebih tinggi di kalangan individu dengan sejarah genetik tertentu. Misalnya, pasangan yang memiliki orang tua sebagai pembawa gen memiliki risiko tinggi mewarisi kondisi ini.

Diagnosis dan Pengujian

Diagnosis talasemia umumnya melalui tes darah yang menunjukkan kadar hemoglobin dan sel darah merah. Selain itu, tes genetik sering dilakukan untuk mengidentifikasi apakah seseorang adalah pembawa gen talasemia.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Di beberapa rumah sakit dan laboratorium di Indonesia, layanan pemeriksaan genetik untuk talasemia telah tersedia. Ini sangat penting, terutama bagi pasangan yang ingin mengeluarkan anak, untuk memahami kemungkinan risiko yang ada.

Edukasi mengenai talasemia perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan status genetik mereka. Banyak yang belum menyadari bahwa mereka dapat membawa gen ini tanpa menampakkan gejala.

Pengobatan dan Manajemen

Pengobatan talasemia disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Untuk kasus yang lebih ringan, perubahan pola makan dan suplemen sering kali mencukupi, sementara pasien dengan gejala parah membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Di samping transfusi, terapi chelation juga penting untuk mengatasi penumpukan zat besi akibat transfusi darah yang sering. Metode ini diperlukan untuk menghindari kerusakan organ serius akibat kelebihan zat besi.

Penting bagi masyarakat untuk lebih aktif mencari informasi mengenai talasemia dan memanfaatkan dukungan dari berbagai organisasi. Ini akan membantu penderita dan keluarga dalam menjalani hidup sehari-hari dengan lebih baik.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Talasemia: Memahami Penyakit Kelainan Darah yang Perlu Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!