Polda Jawa Timur Tingkatkan Status Penyelidikan Ambruknya Mushala Al Khoziny
Polda Jawa Timur telah menaikkan status kasus ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo dari penyelidikan menjadi penyidikan, setelah memeriksa 17 saksi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Pihak penyidik telah memperoleh nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Proses penyelidikan mengenai ambruknya mushala dimulai pada Senin, 29 September 2025. Juru bicara Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa gelar perkara telah dilaksanakan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Setelah gelar perkara, Polda Jatim memutuskan untuk meningkatkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan. "Kemarin sudah dilakukan gelar perkara yang kemudian hasilnya untuk sejak kemarin juga telah dilakukan peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Jules.
Penyidik memanggil 17 saksi yang dinilai relevan dengan kejadian ambruknya mushala. Jules menegaskan bahwa informasi lebih lanjut mengenai latar belakang para saksi adalah ranah tim penyidik.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolda Jatim Irjen Polisi Nanang Avianto menyatakan bahwa saksi yang diperiksa meliputi pengurus ponpes, pemerintah, dan para pakar konstruksi. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan konstruksi yang menyebabkan ambruknya bangunan.
Saksi-saksi yang tidak memiliki informasi langsung mengenai kejadian tidak diikutsertakan dalam daftar pemeriksaan. Jules menambahkan, "Kalau dia mungkin hanya mengetahui saja atau mungkin datangnya terlambat, tidak mengetahui persis terkait dengan kejadian pada saat itu, mungkin tidak kita dalami."
Penyidik juga memfokuskan perhatian pada cacat konstruksi yang dapat memicu ambruk, dengan mengkaji semua kemungkinan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Insiden ambruknya mushala tiga lantai Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin sore, 29 September 2025, dan telah mengakibatkan 171 korban. Dari total tersebut, 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan menyelesaikan proses evakuasi pada hari ke-9 setelah insiden. Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa semua korban telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Peristiwa tragis ini memicu perhatian luas dari masyarakat serta permintaan untuk tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: