Ledakan di Gedung PT Nucleus, Polisi Pastikan Aman dari Ancaman Bom
Polres Tangerang Selatan mengonfirmasi bahwa ledakan yang terjadi di gedung milik PT Nucleus di Pondok Aren pada 8 Oktober 2025 bukan disebabkan oleh bom atau bahan peledak.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Insiden ini terjadi pada pukul 20.30 WIB dan tidak menyebabkan korban jiwa atau luka-luka, meskipun ada dampak pada gedung di sebelahnya.
Ledakan yang mengganggu malam tersebut menarik perhatian warga dan pihak berwenang setempat. Gedung PT Nucleus diketahui memiliki empat setengah lantai dan berfungsi sebagai kantor dan tempat produksi obat-obatan.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor D. H. Inkiwirang, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, gedung di sebelah lokasi mengalami dampak dari ledakan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Sebanyak sembilan orang saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami penyebab ledakan tersebut. Ini merupakan langkah penting dalam upaya penegakan hukum terkait insiden.
Kapolres menambahkan bahwa tim Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri akan dilibatkan untuk analisis lebih lanjut. "Kalau nanti hasil pemeriksaan dari Puslabfor Bareskrim Polri kita akan melakukan pemeriksaan, kita akan sampaikan," ujar AKBP Victor.
Setelah ledakan, kepolisian segera melakukan sterilisasi lokasi untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut. Ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan masyarakat sekitar.
AKBP Victor juga menekankan pentingnya kerjasama antara kepolisian dan pihak terkait guna mencegah terulangnya peristiwa serupa. Menurutnya, tidak ada indikasi terorisme dalam ledakan ini.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: