Rapat Tertutup Komisi IX DPR RI Bahas Rencana Anggaran dan Program Magang Nasional 2026
Komisi IX DPR RI mengadakan rapat tertutup dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membahas rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun anggaran 2026. Rapat ini berlangsung di Ruang Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Diskusi terfokus pada pagu anggaran yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa agenda utama adalah 'Pembahasan dan persetujuan RKA Kemnaker TA 2026.'
Rapat hari ini dipusatkan pada pembahasan pagu anggaran yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran yang diajukan sesuai dengan kebutuhan kementerian dalam menjalankan program-program di tahun 2026.
Afriansyah Noor menjelaskan bahwa pengesahan RKA merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan berbagai inisiatif kementerian di masa mendatang. Hal ini juga menjadi perhatian penting dalam rangka memenuhi target-target yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, menyebutkan bahwa area lain yang akan dibahas dalam rapat adalah program magang nasional. Program ini dijadwalkan dibuka dari 7 hingga 12 Oktober 2025 dan diharapkan dapat memberikan peluang kepada banyak calon pekerja.
Kuota peserta untuk program magang ini ditetapkan sebanyak 20 ribu orang. Jumlah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam dunia kerja.
Seiring dengan rencana program magang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah ingin memperpanjang program ini hingga tahun 2026. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Airlangga mengungkapkan bahwa jika kuota awal tercapai, pemerintah berencana untuk memperluas kuota peserta magang hingga mencapai 100 ribu orang. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong partisipasi dalam program magang yang bermanfaat bagi generasi muda.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: