Badai Salju Melanda, Ribu Wisatawan Terjebak di Gunung Everest
Sekitar 1.000 wisatawan dilaporkan terjebak di lereng timur Gunung Everest akibat badai salju lebat yang melanda kawasan tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Badai ini dianggap sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan menciptakan kondisi sangat berbahaya bagi para turis.
Badai salju yang terjadi pada Sabtu (4/10) menyebabkan penurunan jarak pandang yang drastis, hingga kurang dari satu meter. Para wisatawan yang berada di Everest Base Camp terpaksa berlindung di dalam tenda-tenda yang kini tertimbun salju.
Beberapa wisatawan berhasil melarikan diri secara mandiri dari kondisi yang berbahaya. Namun, banyak yang tetap terjebak dan dalam kondisi yang mulai memburuk, seperti mengalami hipotermia yang mengancam jiwa.
Pihak berwenang khususnya menyebutkan bahwa upaya penyelamatan menjadi sangat menantang akibat salju tebal serta gangguan komunikasi yang terjadi.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Tim penyelamat, yang terdiri dari warga desa dan pemandu lokal, saat ini tengah berusaha mencapai para wisatawan yang terjebak. Mereka menggunakan alat berat untuk membersihkan salju di jalur menuju kamp yang berada di ketinggian 4.900 meter di atas permukaan laut.
Namun, tantangan berat dari kondisi cuaca dan sulitnya akses ke lokasi telah memperlambat proses penyelamatan. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sejak badai datang, komunikasi dengan tim di lokasi menjadi sangat terbatas.
Otoritas setempat mengimbau kepada siapapun yang berencana untuk mendaki atau mengunjungi Gunung Everest agar menunda perjalanan dan memastikan untuk mengikuti perkembangan informasi terkini.
Gunung Everest, atau yang dikenal juga sebagai Chomolungma, adalah puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.849 meter. Gunung ini terletak di perbatasan antara China dan Nepal dan merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya.
Sejak pertama kali didaki pada tahun 1953, Everest telah menjadi tujuan populer bagi para pendaki dari berbagai belahan dunia. Menurut data, pada tahun 2024, sebanyak 13.764 turis asing mengunjungi Everest dari sisi China.
Keberadaan infrastruktur di sekitar gunung ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata, meskipun bencana alam seperti badai salju patut diwaspadai oleh setiap pendaki.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: