BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 14:12 WIB

Debat Subsidi Energi: Bahlil Menanggapi Purbaya Tentang LPG 3 Kg

Debat Subsidi Energi: Bahlil Menanggapi Purbaya Tentang LPG 3 KgDebat Subsidi Energi: Bahlil Menanggapi Purbaya Tentang LPG 3 Kg

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai subsidi LPG 3 kg. Diskusi ini berfokus pada selisih harga yang ditanggung pemerintah dan dampaknya pada anggaran negara.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Purbaya Yudhi menyatakan bahwa harga keekonomian LPG 3 kg seharusnya Rp 42.750, sedangkan harga jual kepada masyarakat hanya Rp 12.750, sehingga pemerintah harus menanggung selisih sebesar Rp 30.000 per tabung. Menanggapi hal ini, Bahlil beranggapan bahwa Purbaya mungkin keliru dalam membaca data yang ada.

Tanggapan Bahlil Terhadap Pernyataan Purbaya

Bahlil Lahadalia menyampaikan, "Itu mungkin Menkeu-nya salah baca data itu. Ya mungkin (Purbaya) butuh penyesuaian, belum dikasih masukan oleh Dirjennya dengan baik atau oleh timnya." Tanggapan ini diungkapkan saat pertemuan di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki informasi yang akurat untuk membuat kebijakan yang tepat dalam sektor subsidi. Kementerian ESDM dan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini sedang bekerja sama untuk mematangkan data mengenai subsidi energi di Indonesia.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Data Subsidi Energi di Indonesia

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini, upaya subsidi LPG yang sedang berjalan mencakup nilai berkisar antara Rp 80 triliun hingga Rp 87 triliun per tahun. "Karena itu ke depan, subsidi ini harus kita jaminan dan kita pastikan untuk tepat sasaran," ujarnya.

Dalam diskusi ini, Purbaya juga mencatat tentang subsidi bahan bakar minyak lainnya. Misalnya, harga keekonomian Pertalite seharusnya Rp 11.700 per liter, sedangkan saat ini dijual kepada masyarakat hanya Rp 10.000.

Implikasi Subsidi pada Sektor Energi dan Lainnya

Purbaya lebih lanjut menguraikan bahwa subsidi tidak terbatas pada LPG, tetapi juga mencakup sektor kelistrikan dan pupuk. Katanya, rumah tangga dengan daya 900 VA hanya membayar Rp 600 per kWh, sementara harga keekonomian adalah Rp 1.800 per kWh.

Untuk bahan pangan, harga pupuk Urea yang seharusnya Rp 5.558 per kg kini dijual Rp 2.250 per kg. Dengan pendanaan yang dikeluarkan, pemerintah terpaksa menanggung hingga 78 persen dari harga pupuk ini demi meringankan beban masyarakat.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Debat Subsidi Energi: Bahlil Menanggapi Purbaya Tentang LPG 3 Kg

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!