BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 11:09 WIB

Kasus Penganiayaan Wartawan Berakhir Damai, Ini Penjelasan Terkait Insidennya

Kasus Penganiayaan Wartawan Berakhir Damai, Ini Penjelasan Terkait InsidennyaKasus Penganiayaan Wartawan Berakhir Damai, Ini Penjelasan Terkait Insidennya

Kasus penganiayaan seorang wartawan yang meliput keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Timur telah mencapai kesepakatan damai.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Pelaku, Salim, mengakui kesalahannya dan berjanji akan menghindari tindakan serupa di masa depan.

Latar Belakang Penganiayaan Wartawan

Peristiwa penganiayaan terjadi pada 30 September 2025 di SPPG Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Wartawan bernama Munir menjadi korban saat berusaha menelusuri penyebab keracunan yang melanda 20 siswa di SDN 01 Gedong.

Dalam insiden tersebut, Munir dilaporkan dicekik dan hampir dipukul saat menanyakan dugaan produksi MBG yang dicurigai menyebabkan keracunan. Gejala keracunan seperti muntah dan pusing muncul setelah siswa mengonsumsi menu MBG.

Kejadian ini memicu reaksi luas dari berbagai pihak, mengingat wartawan memiliki peran penting dalam melaporkan informasi kepada publik secara akurat dan bertanggung jawab.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Proses Mediasi dan Permohonan Maaf

Setelah insiden tersebut, mediasi dilakukan antara pelaku dan korban di Polsek Pasar Rebo pada 1 Oktober. Dalam video yang beredar, Salim mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada Munir dan rekannya Kiki.

Munir mengungkapkan bahwa niatnya bukan untuk menciptakan konflik dengan SPPG, melainkan mencari tahu dan menyampaikan masalah yang ada. Dia menyatakan, "Saya tidak berniat mencari kesalahan SPPG, tetapi lebih kepada menelusuri masalah yang ada."

Menanggapi permintaan maaf Salim, Munir menegaskan sikapnya untuk tidak menyimpan dendam dan berharap agar Salim tetap bisa mempertahankan pekerjaannya.

Kepala BGN Tanggapi Kasus Kekerasan

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan tanggapan mengenai insiden tersebut. Ia mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum SPPG, menekankan bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi.

Dadan juga menambahkan pentingnya komunikasi yang baik antara wartawan dan pihak SPPG, untuk menjaga kebersihan dan keamanan area. Ia menyatakan, "Meskipun insiden tersebut tidak sulit terjadi, perlu adanya komunikasi yang baik."

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kasus Penganiayaan Wartawan Berakhir Damai, Ini Penjelasan Terkait Insidennya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!