BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 12:02 WIB

Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Terus Memanas Pasca Muktamar di Ancol

Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Terus Memanas Pasca Muktamar di AncolKepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Terus Memanas Pasca Muktamar di Ancol

Kementerian Hukum dan HAM baru saja menandatangani SK kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah pimpinan Muhammad Mardiono. Penandatanganan ini menjadi buah dari proses administrasi yang dinanti-nanti pasca Muktamar di Ancol, Jakarta Utara.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Menkum Supratman Andi Agtas mengungkapkan, "Terkait PPP, tanggal 30 salah satu yang daftar adalah Pak Mardiono... Maka setelah penelitian berdasarkan AD ART menggunakan AD ART hasil muktamar IX dan itu tidak berubah, maka kemarin pagi saya sudah tandatangan SK Pengesahan Kepengurusam Bapak Mardiono."

Dinamika Kepemimpinan di PPP

Dualisme kepemimpinan kembali mengemuka di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah Muktamar pada 27 September lalu. Kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto saling klaim sebagai Ketua Umum PPP yang sah, menambah rumit situasi internal partai.

Mardiono mengaku terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan dari 1.304 muktamirin pemilik hak suara yang hadir. Namun, penetapan ini mendapat penolakan dari sebagian peserta muktamar, yang merasa langkah tersebut tidak sah.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhamad Romahurmuziy, yang akrab disapa Romy, menyatakan bahwa hasil Muktamar perlu dinyatakan kembali, dengan mengusulkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum periode 2025-2030.

Reaksi dari Kementerian dan Pengurus Partai

Menyikapi perseteruan ini, Menko Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menyetujui pengurus baru PPP tanpa kesepakatan internal yang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa situasi dalam pertarungan menuju kepemimpinan yang sah masih belum sepenuhnya beres.

Setelah Muktamar, kedua kubu telah berkomitmen untuk mendaftarkan susunan pengurus baru ke instansi yang berwenang. Namun, keputusan muktamar tersebut harus dituangkan dalam akta notaris terlebih dahulu sebelum validasi dari pemerintah.

Perspektif Ke Depan bagi PPP

Harapan partai ini untuk bisa solid di bawah kepemimpinan yang jelas sangat tergantung pada penyelesaian konflik yang ada. Perbedaan pendapat di antara kader dapat berdampak luas pada kekuatan partai dalam menghadapi pemilu mendatang.

Secara keseluruhan, kepengurusan PPP di bawah Mardiono dan Agus Suparmanto perlu saling bersinergi untuk mencapai tujuan dan mempertahankan eksistensi partai di kancah politik Indonesia.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Terus Memanas Pasca Muktamar di Ancol

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!