Fenomena Generasi Sandwich di Indonesia: Tantangan dan Solusinya
Fenomena sosial yang kini semakin mengemuka di Indonesia adalah generasi sandwich, di mana individu terjebak antara tanggung jawab kepada orang tua dan anak-anak mereka. Generasi ini menghadapi tekanan emosional dan finansial yang signifikan, menjadikan situasi ini sebagai masalah yang perlu dicari solusinya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Generasi sandwich merujuk pada kelompok individu yang berada dalam usia produktif, yang sering kali harus bertanggung jawab atas dua generasi sekaligus, yaitu orang tua dan anak-anak mereka.
Ciri-ciri dari generasi ini meliputi adanya beban finansial yang tinggi, tanggung jawab emosional, serta sering kali mengalami stres akibat tuntutan dari kedua belah pihak.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dampak langsung dari peran sebagai generasi sandwich adalah meningkatnya tekanan ekonomi, di mana banyak individu merasa terpaksa untuk mengorbankan karier atau kehidupan pribadi mereka.
Studi menunjukkan bahwa individu dalam kategori ini mengalami tingkat kelelahan yang lebih tinggi, akibat dari tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup dua generasi ini.
Penting bagi generasi sandwich untuk mencari support system yang baik, baik dari berbagai lembaga sosial atau komunitas, untuk membantu meringankan beban mereka.
Selain itu, pemerintah juga disarankan untuk menyediakan program yang lebih mendukung kesejahteraan keluarga, agar beban yang dirasakan oleh generasi ini dapat berkurang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: