Urban Farming: Solusi Pangan Berkelanjutan di Perkotaan
Urban farming atau pertanian perkotaan semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai solusi pangan yang berkelanjutan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Kegiatan ini memungkinkan individu menanam sayuran dan tanaman hias di lingkungan rumah mereka.
Urban farming merujuk pada praktik menanam tanaman di kawasan perkotaan, baik di dalam ruangan maupun di pekarangan rumah.
Praktik ini bisa dilakukan dengan menggunakan pot, bedengan, atau sistem hidroponik.
Salah satu manfaat utama dari urban farming adalah penyediaan makanan segar yang bebas dari pestisida dan bahan kimia.
Masyarakat yang terlibat dalam urban farming tidak hanya mendapatkan sayuran yang lebih sehat, tetapi juga potensial untuk mengurangi biaya belanja bulanan.
Terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan dalam urban farming, di antaranya kebun vertikal, hidroponik, dan aquaponik.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Setiap teknik memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing, serta memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda.
Kebun vertikal, misalnya, mengoptimalkan penggunaan ruang vertikal dengan menanam beberapa lapisan tanaman.
Teknik ini sangat cocok untuk lahan sempit yang umum terdapat di perkotaan.
Peran komunitas sangat penting dalam pengembangan urban farming.
Banyak komunitas lokal yang memfasilitasi pelatihan dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknik bercocok tanam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: