Keprihatinan Gubernur DIY tentang Makanan Bergizi Gratis yang Berpotensi Menyebabkan Keracunan
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan keprihatinannya terkait masalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang cepat basi dan berpotensi menimbulkan keracunan. Pernyataan ini disampaikannya saat acara gerakan pangan murah di DPKP DIY.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Dalam pidatonya, Sultan berbagi pengalaman pribadi tentang memasak untuk banyak orang di masa tanggap darurat, dan menekankan pentingnya pemahaman tentang pengelolaan makanan agar kualitas tetap terjaga.
Sri Sultan menyatakan pentingnya pemahaman terhadap jenis bahan makanan yang mudah basi. Ia mengalihkan perhatian pada metode dan waktu memasak yang tepat, mengatakan, "Sebetulnya nggak rumit, kenapa keracunan?".
Pengalaman beliau selama krisis akibat erupsi Merapi pada tahun 2010 menyadarkan bahwa efisiensi dalam memasak sangat penting untuk menjaga kualitas makanan. Sultan mengusulkan agar kegiatan memasak di dapur umum dilakukan dengan lebih cermat.
Beliau juga mengemukakan, "Bisa nggak, 02.30 itu jangan masak sayur? Ya kan?" sebagai pengingat untuk memilih waktu yang tepat dalam memasak sayuran agar tidak berisiko basi.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Sultan menekankan bahwa pengalamannya di dapur umum membuatnya lebih paham tentang pengelolaan makanan yang tepat. Menu yang disiapkan untuk sore hari seharusnya tidak disajikan pada pagi tanpa pengawasan yang memadai.
Beliau menegaskan bagaimana air dalam proses memasak bisa menjadi indikator bahwa makanan sudah tidak layak konsumsi, dengan menyatakan, "Udah itu pasti.".
Sultan mengimbau agar pihak-pihak terkait memperbaiki prosedur dalam penyiapan makanan, demi mencegah insiden keracunan di masa mendatang.
Menghadapi situasi ini, Sultan mendorong penerapan standar yang lebih baik dalam penyajian makanan bergizi. Harapan beliau adalah untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, terutama dalam program pangan bersubsidi.
Ia juga menyampaikan perlunya memasak dengan pemahaman penuh terhadap risiko dan manajemen waktu yang baik. Hal ini bertujuan agar kualitas makanan yang disajikan tidak diragukan lagi.
Sultan menutup pidatonya dengan harapan agar pengalaman buruk masa lalu tidak terulang. Beliau mengimbau untuk melakukan tindakan preventif agar kualitas makanan terjamin.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: