BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 18:36 WIB

Bulan Menjauh dari Bumi: Fenomena Astronomis yang Mempengaruhi Gerhana

Bulan Menjauh dari Bumi: Fenomena Astronomis yang Mempengaruhi GerhanaBulan Menjauh dari Bumi: Fenomena Astronomis yang Mempengaruhi Gerhana

Perubahan jarak antara Bulan dan Bumi kini terkonfirmasi melalui berbagai penelitian ilmiah. Bulan diketahui menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 sentimeter per tahun.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Fenomena ini dijelaskan melalui Lunar Laser Ranging Experiment yang dimulai sejak misi Apollo pada 1960-an dan 1970-an. Penemuan ini berpotensi berdampak signifikan terhadap gerhana matahari di masa depan.

Pengukuran Jarak Bulan dan Bumi

Para ilmuwan telah menggunakan teknologi laser untuk mengukur jarak antara Bumi dan Bulan dengan memanfaatkan waktu pantulan cahaya laser. Lunar Laser Ranging Experiment telah memberikan data akurat mengenai perubahan jarak ini selama beberapa dekade.

Hasil pengukuran menunjukkan pertambahan jarak sebesar 3,8 sentimeter setiap tahun, memberikan wawasan baru tentang interaksi antara Bumi dan satelit alaminya. Reflektor yang dipasang oleh misi Apollo di permukaan Bulan memungkinkan pengukuran yang konsisten dan akurat.

Kemampuan untuk melakukan pengukuran berulang sangat penting untuk analisis jangka panjang, sehingga ilmuwan dapat memahami variabel-variabel yang memengaruhi kedua objek langit ini.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Dampak pada Gerhana Matahari

Perubahan jarak antara Bumi dan Bulan berpotensi mengubah frekuensi gerhana matahari total. Sebagaimana dikatakan oleh ilmuwan NASA, Richard Vondrak, "Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang."

Vondrak juga mengingatkan, "Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya." Hal ini disebabkan oleh semakin menjauhnya Bulan, membuatnya terlihat lebih kecil dibandingkan Matahari.

Saat ini, baik Bulan maupun Matahari tampak hampir berukuran sama bagi pengamat di Bumi. Namun, pengalaman ini akan sangat berbeda bagi generasi mendatang.

Sejarah dan Perkembangan Orbit Bulan

Bulan telah mengorbit Bumi selama miliaran tahun, tetapi orbitnya bukanlah sesuatu yang statis. Empat miliar tahun lalu, Bulan tampak jauh lebih besar dibandingkan penampilannya saat ini, mencapai ukuran tiga kali lipat.

Perubahan dalam orbit Bulan diakibatkan oleh berbagai faktor fisik, seperti gravitasi dari objek lain dalam tata surya. Hal ini memengaruhi bagaimana Bulan berinteraksi dengan elemen-elemen utama dalam sistem Bumi.

Dengan mengetahui lebih baik jalur perjalanan Bulan, para ilmuwan berharap untuk memprediksi dampak-dampak lebih lanjut terhadap dinamika Bumi dan tata surya secara keseluruhan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bulan Menjauh dari Bumi: Fenomena Astronomis yang Mempengaruhi Gerhana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!