Acara Meta Connect 2025: Peluncuran Kacamata Pintar yang Gagal Memuaskan
Acara Meta Connect pada 17 September 2025, menghadirkan kacamata pintar terbaru dari Meta, tetapi sayangnya tidak sesuai dengan harapan. Insiden teknis menganggu demonstrasi, mengakibatkan produk yang diharapkan tidak dapat diperlihatkan secara optimal.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan CTO Andrew Bosworth harus menghadapi serangkaian masalah saat memperlihatkan inovasi tersebut. Dari kegagalan interaksi asisten AI hingga panggilan video yang tidak berjalan, acara ini menjadi momen yang sulit bagi perusahaan.
Acara peluncuran berlangsung di Menlo Park, California, di mana beberapa model kacamata pintar terbaru diperkenalkan, termasuk Ray-Ban Meta dan Meta Ray-Ban Display. Namun, sesi demonstrasi menjadi bencana ketika perangkat tidak berfungsi dengan baik, memaksa tim untuk menghentikan demostrasi.
Salah satu demonstran, Jack Mancuso, mengalami kesulitan saat mencoba meminta resep melalui kacamata tersebut. 'Setiap kali pertanyaan diajukan, perangkat tidak memberikan jawaban yang diharapkan', ujarnya, yang mengharuskan dirinya menyerahkan kendali kepada Zuckerberg.
Insiden ini menambah daftar kesalahan yang terjadi di acara tersebut, mengarah pada sorotan negatif mengenai efektivitas teknologi yang dijanjikan.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Andrew Bosworth menjelaskan bahwa penyebab masalah bukanlah karena koneksi Wi-Fi, tetapi lebih kepada kesalahan dalam perencanaan teknis. Dalam sesi Q&A di Instagram, ia mengungkapkan bahwa banyaknya perangkat aktif secara bersamaan mengakibatkan gangguan pada server.
"Waktu chef bilang ‘Hey Meta, start Live AI’, semua kacamata Ray-Ban Meta di ruangan langsung aktif bersamaan," jelas Bosworth, menyoroti faktor yang tidak terduga tersebut.
Isu seperti ini memang tidak pernah muncul selama latihan, ketika jumlah perangkat yang digunakan jauh lebih sedikit.
Kegagalan juga terjadi pada panggilan WhatsApp, yang menarik perhatian karena kacamata masuk ke mode tidur saat panggilan masuk. Ketika perangkat dinyalakan kembali, masalah muncul karena notifikasi untuk menjawab panggilan tidak ada.
"Itu bug race condition, tergantung momen proses yang bertabrakan. Baru pertama kali muncul, dan untungnya sekarang sudah diperbaiki," tambah Bosworth, menyoroti masalah teknis yang rumit.
Hal tersebut menunjukkan bahwa meski teknologi memiliki potensi besar, implementasi di lapangan sering kali menghadapi tantangan yang tak terduga.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: