Kekayaan Budaya Minum Teh di Jepang dan Inggris
Budaya minum teh merupakan tradisi yang kaya dan beragam, mencerminkan identitas dan kebudayaan masing-masing negara. Di Jepang, matcha menjadi simbol keharmonisan, sementara di Inggris, afternoon tea merupakan ritual yang memiliki etika tersendiri.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Matcha, teh hijau bubuk yang berasal dari Jepang, sangat dihargai dan memiliki makna mendalam dalam budaya Jepang. Penyajiannya sering kali melibatkan upacara teh yang mencerminkan kesederhanaan dan keindahan, dengan setiap langkah diperhatikan secara saksama.
Dalam upacara teh Jepang, matcha disajikan bersama kue manis berisi pasta kacang merah, menciptakan harmoni antara rasa pahit teh dan rasa manis dari kue. Upacara ini tidak hanya sekadar meminum teh, tetapi juga merupakan pengalaman spiritual yang mendalam.
Kualitas matcha ditentukan oleh teknik penanaman; teh yang ditumbuhkan di tempat teduh umumnya lebih dihargai. Proses ini menciptakan rasa yang lebih kaya dan aroma yang khas, memberi makna tambahan bagi para penikmatnya.
Di Jepang, matcha tidak hanya dipandang sebagai minuman. Matcha kini juga menjadi bagian dari gastronomi modern, sering digunakan dalam berbagai hidangan dari es krim hingga kue.
Afternoon tea merupakan kebiasaan yang diperkenalkan oleh Duchess of Bedford pada awal abad ke-19, kini menjelma menjadi tradisi penting dalam budaya Inggris. Momen ini biasanya disajikan antara pukul 15.00 sampai 17.00 dengan beragam makanan pendamping.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dalam afternoon tea, scone adalah hidangan ikonik yang disajikan dengan selai dan krim, bersama dengan berbagai jenis sandwich dan pastry. Penyajian yang elegan ini menciptakan satu pengalaman bersantap yang istimewa dan menarik.
Etika dalam penyajian afternoon tea diutamakan, di mana tamu diharapkan mematuhi aturan tertentu terkait alat makan dan perilaku selama acara. Ini membuat pertemuan tersebut lebih dari sekedar makan, tetapi juga menjadi pernyataan sosial.
Afternoon tea berfungsi sebagai pengikat hubungan sosial, yang sering menjadi ajang berkumpul di hotel-hotel mewah maupun di rumah, memperkuat kohesi antar individu.
Baik matcha di Jepang maupun afternoon tea di Inggris mencerminkan nilai-nilai dan tradisi masing-masing masyarakat. Keduanya menawarkan pengalaman yang mendalam, memfasilitasi interaksi sosial dan penghargaan terhadap kualitas teh.
Dalam konteks global kontemporer, budaya minum teh semakin populer di luar batas negara asalnya. Kedua tradisi ini kini dapat ditemukan dalam kafe-kafe modern di seluruh dunia, menghadirkan kesenangan bagi para penggemar teh.
Keterlibatan budaya teh dari kedua negara ini mencerminkan daya tarik universal dari ritualisme minum teh. Ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan, esensi dari pengalaman berbagi teh tetap bisa ditemukan di berbagai tempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: